Ada Apa dengan Malam Nuzulul Quran?
- 16 Mar 2025 22:05 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun: Umat Islam di seluruh dunia khususnya di Indonesia memiliki tradisi menghidupkan malam Nuzulul Quran. Yaitu satu malam yang menjadi tonggak sejarah turunnya wahyu pertama bagi nabi Agung Muhammad SAW dan menjadi tanda diangkatnya beliau menjadi Nabi dan Rasullullah (utusan Allah). Sejarah tersebut diawali saat Nabi Muhammad SAW berkhalwat di gua Hiro’.
“Sejarahnya diawali saat beliau berkhalwat di gua hiro’. Beliau mulai dilanda kecemasan perihal tentang kehidupan ini untuk apa. Setelah beliau merenung dan merenung di gua hiro’. Kemudian beliau berkhalwat di gua hiro setelah mendapat petunjuk lewat mimpi dari Allah SWT. Tanggal 17 dibulan Ramadhan beliau didatangi oleh seseorang yang berjubah putih. Selanjutnya nabi Muhammad diperintah untuk Iqra’, iqra’ yaa Muhammad. Sampai 3 kali dan nabi Muhammad menjawab aku tidak bisa membaca. Kemudian seorang yang berjubah putih yang tak lain adalah malaikat Jibril mengajarkan rasulullah membaca QS. Al ‘Alaq ayat 1-5” Dikatakan Ustadz Ofan Anggik Primanda,S.Pd.I pengasuh majelis taklim Pawiyatan Warung Santri Kuwonharjo Takeran saat menyampaikan mukadimah dalam program Tauladan PRO 2 RRI Madiun. Minggu, 16/3/2025.
Para ulama berbeda pendapat tentang nuzulul quran, akan tetapi mayoritas ulama berpendapat bahwa malam nuzulul quran pada tanggal 17 Ramadhan. Malam nuzulul quran yang diperingati selama ini tidak lain adalah peringatan ulang tahun Alquran. Kemudian kita peringati dengan cara memperbanyak tadarus atau khataman alquran. Malam nuzulul quran hampir sama dengan malam lainnya dibulan romadhon. Yang special dibulan romadhon itu ada dimalam jumat dan malam lailatul qodar
“Adapun Lailatul Qadar merujuk kepada malam diturunkannya Al-Qur'an dari Lauhil Mahfudz ke Baitul Izzah atau langit dunia. Terkait proses diturunkannya Al-Qur'an pada Lailatul Qadar, para ulama berbeda pendapat.” Imbuh ustadz Ofan
Dalam sebuah riwayat disebutkan, Ibnu Abbas ra menjelaskan bahwa Al-Qur'an yang diturunkan pada Lailatul Qadar keseluruhannya, baru kemudian secara berangsur diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. (HR. Ath-Thabrani).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....