Ini Pernyataan Joshua Kimmich setelah Jerman Tereliminasi dari Piala Dunia

  • 30 Jun 2026 16:12 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Tidak ada upaya mencari kambing hitam. Tidak ada kritik kepada pelatih, wasit, atau media.

Di tengah kekecewaan besar setelah tersingkirnya Jerman dari Piala Dunia, Joshua Kimmich memilih menghadapi kenyataan dengan cara yang paling jujur: mengakui kesalahan timnya sendiri.

“Kami pantas tereliminasi. Rasanya sangat buruk,” kata Kimmich dalam wawancara dengan Magenta TV, sebagaimana dikutip jurnalis ternama Fabrizio Romano.

Gelandang senior Jerman itu bahkan memberikan penilaian yang cukup keras terhadap performa timnya selama turnamen.

“Kami mengalami kesulitan besar dalam ketiga pertandingan melawan tim yang bukan kelas dunia.”

Pernyataan tersebut menggambarkan betapa dalamnya kekecewaan yang dirasakan para pemain Jerman. Negara yang pernah menjadi salah satu kekuatan paling dominan dalam sepak bola dunia kembali gagal memenuhi ekspektasi besar yang selalu menyertai mereka di turnamen internasional.

Namun komentar Kimmich yang paling menarik datang ketika ia berbicara mengenai tanggung jawab atas kegagalan tersebut.

“Kami, para pemain di lapangan, yang mengacaukannya dan kami menerima tanggung jawab itu.”

“Ini bukan salah pelatih, bukan salah media, bukan salah wasit, bukan salah lawan. Ini murni karena kami.” ujar bintang Bayern Munich tersebut.

Dalam era sepak bola modern yang sering diwarnai saling menyalahkan setelah kekalahan, pernyataan seperti itu tergolong langka. Kimmich tidak berusaha melindungi dirinya maupun rekan-rekan setimnya. Sebaliknya, ia secara terbuka mengakui bahwa kegagalan Jerman berakar pada performa para pemain sendiri.

Bagi Kimmich, momen ini tentu terasa sangat menyakitkan. Pemain berusia 31 tahun itu telah menjadi salah satu simbol generasi baru sepak bola Jerman selama hampir satu dekade. Ia merupakan bagian dari skuad yang memenangkan Piala Konfederasi 2017 dan menjadi tulang punggung tim nasional dalam berbagai turnamen besar.

Karier Kimmich sendiri dimulai di akademi muda VfB Stuttgart sebelum namanya mulai dikenal saat membela RB Leipzig. Penampilannya yang impresif sebagai gelandang serba bisa menarik perhatian raksasa Bundesliga, Bayern Munich, yang merekrutnya pada 2015.

Keputusan itu menjadi titik balik kariernya. Bersama Bayern, Kimmich berkembang menjadi salah satu gelandang terbaik dunia. Ia memenangkan banyak gelar Bundesliga, beberapa trofi DFB-Pokal, serta Liga Champions UEFA musim 2019/2020. Kemampuannya bermain sebagai gelandang bertahan maupun bek kanan membuatnya menjadi pemain yang sangat berharga bagi klub dan tim nasional.

Di Bayern, Kimmich juga dikenal sebagai sosok pemimpin. Karakter tersebut kembali terlihat setelah kegagalan Jerman di Piala Dunia. Alih-alih menghindar dari sorotan, ia justru berada di garis depan untuk menjelaskan apa yang terjadi.

Pernyataannya sekaligus menjadi gambaran mengenai krisis yang sedang dihadapi sepak bola Jerman. Dalam beberapa turnamen besar terakhir, Der Panzer berulang kali gagal memenuhi harapan. Padahal dari sisi kualitas individu, mereka masih memiliki banyak pemain yang tampil di klub-klub elite Eropa. (NK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....