Bintang Manchester United Blak-blakan Tentang Gesturnya ke Pemain Jepang

  • 30 Jun 2026 10:14 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Hubungan antara Brasil dan Jepang selama ini jauh dari kata panas. Kedua negara memiliki sejarah panjang hubungan budaya dan komunitas diaspora yang kuat. Namun suasana berbeda muncul setelah pertandingan Piala Dunia yang mempertemukan kedua tim.

Penyerang Manchester United, Matheus Cunha, akhirnya menjelaskan alasan di balik gesturnya yang menjadi sorotan publik usai kemenangan Brasil atas Jepang. Dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari akun X jurnasil kondang, Fabrizio Romano, Cunha menegaskan bahwa tindakannya bukan didorong oleh kebencian terhadap Jepang, melainkan karena merasa ada batas yang telah dilanggar.

“Saya tidak punya masalah dengan Jepang. Mereka tim yang hebat. Tetapi dia mengatakan beberapa hal tentang Brasil yang tidak bisa kami terima,” ujar Cunha.

“Ini tentang rasa hormat kepada kami dan seragam yang kami kenakan.”

Pernyataan tersebut mengacu pada interaksinya dengan pemain Jepang, Kento, yang terjadi setelah pertandingan. Meski Cunha tidak menjelaskan secara rinci apa yang diucapkan sang pemain, komentarnya memberikan gambaran bahwa persoalannya lebih dalam daripada sekadar adu mulut biasa di lapangan.

Bagi pemain Brasil, lambang tim nasional memiliki makna yang sangat besar. Seragam kuning-hijau bukan sekadar atribut pertandingan, melainkan simbol dari sejarah panjang sepak bola negara yang telah menghasilkan lima gelar Piala Dunia. Tidak banyak negara yang mampu menyamai pencapaian tersebut.

Dalam konteks itulah gestur Cunha yang menunjukkan angka lima kepada pemain Jepang menjadi viral. Banyak yang menafsirkan tindakan tersebut sebagai bentuk ejekan atau kesombongan. Namun dari sudut pandang Cunha, gestur itu merupakan respons terhadap komentar yang dianggap merendahkan tradisi dan reputasi sepak bola Brasil.

Reaksi tersebut juga menunjukkan betapa besarnya tekanan yang dirasakan skuad Brasil dalam turnamen kali ini. Sebagai salah satu favorit juara, setiap pertandingan membawa ekspektasi tinggi. Para pemain tidak hanya dituntut menang, tetapi juga menjaga kehormatan negara yang selama puluhan tahun dikenal sebagai rumah bagi legenda-legenda seperti Pelé, Ronaldo, Ronaldinho, hingga Neymar.

Bagi Cunha sendiri, insiden tersebut menunjukkan sisi lain dari karakternya. Pemain berusia 27 tahun itu dikenal sebagai sosok yang emosional dan penuh semangat di lapangan. Sikap tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Manchester United merekrutnya untuk memperkuat lini serang mereka. Meski kontroversi ini kemungkinan akan segera mereda, pernyataan Cunha menyampaikan pesan yang jelas. Baginya, persoalan itu bukan tentang Jepang sebagai lawan, melainkan tentang menjaga martabat Brasil. (NK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....