Jerman Tersingkir, Nagelsmann Menolak Mundur
- 30 Jun 2026 09:51 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Kekalahan selalu menimbulkan pertanyaan yang sama: siapa yang harus bertanggung jawab? Di Jerman, pertanyaan itu kini mengarah kepada pelatih kepala Julian Nagelsmann. Setelah Der Panzer kembali gagal memenuhi ekspektasi di panggung Piala Dunia, tekanan terhadap mantan pelatih Bayern Munich tersebut semakin besar. Namun, Nagelsmann tidak menunjukkan tanda-tanda ingin menyerah.
Sebagaimana dikutip dari unggahan jurnalis kondang, Fabrizio Romano, di laman X miliknya. Nagelsmann ingin bertahan hingga kontraknya selesai di 2028. “Saya tidak akan mengundurkan diri. Jika DFB ingin saya bertahan hingga 2028, saya akan melakukannya,” kata Nagelsmann.
“Jika tidak, maka saya akan meninggalkan proyek ini.”
Pernyataan itu mengirimkan pesan yang jelas. Nagelsmann tidak berniat meninggalkan posisinya secara sukarela. Masa depannya kini sepenuhnya berada di tangan Federasi Sepak Bola Jerman (DFB). Sikap tersebut mencerminkan karakter Nagelsmann yang selama ini dikenal percaya diri terhadap ide dan filosofi sepak bolanya. Sejak muncul sebagai pelatih muda sensasional di Hoffenheim dan kemudian RB Leipzig, ia dianggap sebagai salah satu otak taktik paling cemerlang di generasinya. Kemampuannya merancang sistem permainan modern membuat Bayern Munich rela merekrutnya pada 2021 dengan biaya kompensasi yang dilaporkan mencapai puluhan juta euro.
Namun perjalanan Nagelsmann di Bayern tidak berjalan semulus yang dibayangkan. Di atas kertas, catatannya sebenarnya tidak buruk. Ia memenangkan gelar Bundesliga dan mempertahankan dominasi Bayern di kompetisi domestik. Akan tetapi, standar di Allianz Arena tidak pernah hanya soal menjadi juara liga.
Musim 2022/23 menjadi titik balik. Bayern tersingkir dari DFB-Pokal, gagal di Liga Champions, dan kehilangan konsistensi di Bundesliga. Yang lebih mengkhawatirkan bagi petinggi klub adalah munculnya kesan bahwa tim tidak berkembang sesuai potensi skuad yang dimiliki. Meski Bayern masih berada dalam perburuan tiga gelar saat itu, manajemen secara mengejutkan memecat Nagelsmann pada Maret 2023.
Keputusan tersebut hingga kini masih menjadi salah satu pemecatan paling kontroversial dalam sejarah Bayern modern. Kini, beberapa tahun kemudian, Nagelsmann menghadapi tantangan yang tidak kalah besar bersama tim nasional Jerman.
Kegagalan terbaru memperpanjang periode suram sepak bola Jerman. Negara yang pernah menjuarai Piala Dunia 2014 kini berulang kali gagal memenuhi harapan dalam turnamen besar. Generasi pemain berbakat terus bermunculan, tetapi hasil di lapangan belum mampu mengembalikan status Jerman sebagai kekuatan dominan dunia. Bagi para pendukung, tersingkirnya Jerman kembali memunculkan keraguan apakah Nagelsmann adalah sosok yang tepat untuk memimpin proses kebangkitan tersebut. Namun bagi sang pelatih, jawabannya tampaknya sudah jelas. Ia tidak akan pergi karena tekanan publik.
Jika Nagelsmann meninggalkan kursinya, itu bukan karena ia memilih mundur. Itu hanya akan terjadi jika DFB memutuskan bahwa proyek yang dimulai bersama pelatih berusia muda itu memang telah mencapai ujung jalannya. Untuk saat ini, Nagelsmann masih ingin melanjutkan perjuangannya. Pertanyaannya, apakah federasi masih memiliki keyakinan yang sama? (NK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....