PBSI Ngawi Jelaskan Tantangan Menjaga Keseimbangan Latihan dan Pendidikan Atlet

  • 05 Okt 2026 09:17 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Ngawi - Menjalani pembinaan sebagai atlet bulu tangkis profesional sering kali dihadapkan pada tantangan pembagian waktu dengan pendidikan formal di sekolah. Permasalahan ini menjadi perhatian serius bagi pengurus dan orang tua atlet di Kabupaten Ngawi.

Pada tahap awal pembinaan, para siswa umumnya menjalani latihan di luar jam sekolah agar kegiatan belajar tetap berjalan lancar. Namun, ketika atlet telah memasuki tahap intensif atau berprestasi tinggi, porsi latihan otomatis mengalami peningkatan yang signifikan.

Ketua Harian PBSI Kabupaten Ngawi, Fita Murhandoko, menggambarkan perubahan pola latihan yang dialami atlet saat meningkatkan jenjang prestasinya. "Sekolah sambil latihan itu untuk awal-awal, tapi kalau sudah di prestasi betul, itu mereka latihan dulu baru sekolah," papar Fita Murhandoko Rabu 29 September 2026 saat dialog bersama RRI.

Pola latihan ganda pada pagi dan sore hari sering kali memerlukan dispensasi khusus dari pihak sekolah demi menjaga kebugaran serta fokus atlet. Kondisi ini menuntut adanya kerja sama dan koordinasi yang baik antara pihak klub, orang tua, serta instansi pendidikan terkait.

Melalui komunikasi yang efektif, diharapkan para atlet dapat mengejar prestasi olahraga tanpa harus mengorbankan pendidikan dasarnya. PBSI Ngawi terus berupaya mencari formulasi terbaik agar kedua hal tersebut dapat berjalan secara seimbang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....