Balai Kota Disulap Jadi Arena Street Sport, Pemkot Rencanakan Jadi Agenda Tahunan
- 01 Agt 2026 18:17 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Kota Madiun – Halaman Balai Kota Madiun berubah menjadi arena olahraga dan seni, pada Sabtu (1/8/2026). Ratusan pelajar dan anak muda memadati lokasi untuk mengikuti sekaligus menyaksikan Madiun Street Competition.
Event itu menghadirkan kompetisi basket 3x3, BMX, skateboard, breakdance, hingga ekshibisi mural. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi komunitas olahraga dan seni yang selama ini dinilai minim mendapat panggung.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, Madiun Street Competition digelar untuk memfasilitasi komunitas kreatif agar dapat menunjukkan kemampuan mereka di ruang publik.
"Selama ini mereka punya tempat berlatih, tetapi ingin tampil di depan masyarakat. Karena itu kami memberikan ruang melalui kegiatan ini," ujarnya.
Khusus untuk basket 3x3, Pemkot Madiun mendapat dukungan dari Pengurus Provinsi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Pengprov Perbasi) Jawa Timur berupa lapangan dan ring portabel. Kompetisi juga difokuskan pada kelompok umur sebagai bagian dari pembinaan atlet muda.
Menurut Bagus, tingginya antusiasme peserta menjadi sinyal positif bagi pengembangan olahraga di Kota Madiun. Apalagi banyak pelajar yang hadir, baik sebagai peserta maupun penonton.
Ke depan, halaman Balai Kota akan disiapkan sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga. Salah satunya dengan memasang ring basket permanen untuk permainan 3x3.
"Nanti halaman Balai Kota bisa dipakai untuk berbagai kegiatan. Kami akan memasang satu ring basket 3x3 agar masyarakat bisa memanfaatkannya," katanya.

Ketua Umum Pengprov Perbasi Jawa Timur Grace Evi Ekawati mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Madiun menggelar kompetisi tersebut. Menurut dia, basket 3x3 merupakan cabang yang mudah dikembangkan karena penyelenggaraannya sederhana dan mampu menjangkau banyak peserta.
"Tadi kami melihat antusiasme anak-anak sangat luar biasa. Ini awal yang baik untuk mengenalkan basket kepada lebih banyak pelajar," ujarnya.
Evi juga menilai rencana menjadikan halaman Balai Kota sebagai ruang bermain basket merupakan terobosan yang patut diapresiasi. Selain memperkuat pembinaan atlet usia dini, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang aktivitas positif bagi anak muda.
"3x3 adalah olahraga yang mudah digelar dan bisa melibatkan banyak peserta dalam waktu singkat. Yang terpenting, anak-anak memiliki ruang untuk beraktivitas, bergembira, dan menyalurkan energi mereka ke kegiatan yang positif," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....