200 Atlet MMA Jalani Timbang Berat Badan, Siap Bertarung di Alun-Alun Kota Madiun

  • 23 Jul 2026 18:13 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Kota Madiun – Sekitar 200 atlet mixed martial arts (MMA) dari berbagai daerah di Jawa Timur menjalani sesi timbang badan menjelang Kejuaraan Piala Wali Kota Indonesia Beladiri Campuran Amatir (IBCA) MMA 2026. Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung di Dinas Wali Kota, Kamis, 23 Juli 2026, sebelum mereka akan bertanding di Alun-Alun Kota Madiun pada 24–25 Juli 2026.

Ketua Pelaksana Kejuaraan Piala Wali Kota IBCA MMA 2026 Roby Rohmana mengatakan, rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi ulang dan timbang badan. Setelah itu, peserta mengikuti technical meeting dan coaching clinic.

"Jadwal hari ini registrasi ulang, timbang badan, kemudian technical meeting. Malamnya ada coaching clinic," kata Roby.

Kejuaraan tingkat provinsi tersebut diikuti atlet dari hampir seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Sejumlah daerah yang mengirimkan atlet di antaranya Surabaya, Tuban, dan Pacitan.

Roby mengatakan, total hadiah pembinaan atlet yang disiapkan mencapai Rp 50 juta. Dia optimistis antusiasme penonton dalam kejuaraan MMA perdana di Kota Madiun tersebut bakal tinggi.

"Saya yakin animo penonton luar biasa. MMA ini baru pertama kali di Madiun. Masyarakat yang selama ini hanya melihat oktagon di televisi, besok bisa menyaksikan langsung di alun-alun," ujarnya.

Untuk menjamin kualitas pertandingan, penyelenggara menyiapkan perangkat pertandingan dengan berbagai tingkatan sertifikasi. Di antaranya tiga wasit bersertifikasi nasional, empat wasit bersertifikasi regional, serta inspektur pertandingan level internasional.

Aspek keamanan dan keselamatan atlet juga menjadi perhatian. Panitia menggandeng Dinas Kesehatan, PP dan KB setempat, serta 10 rumah sakit untuk mendukung pelaksanaan kejuaraan.

Adapun kategori yang dipertandingkan meliputi standing fight dan MMA full. Berdasarkan usia, kelas Youth diikuti peserta berusia 10–18 tahun, Junior 19–21 tahun, dan Senior 22–35 tahun.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, penyelenggaraan kejuaraan tersebut tidak hanya penting untuk pembinaan atlet. Namun, juga menjadi sarana memperkenalkan olahraga MMA kepada masyarakat.

Menurut Bagus, olahraga beladiri dapat menjadi bagian dari upaya mengubah citra Kota Madiun yang dikenal dengan julukan Kota Pendekar. Dia berharap kedatangan atlet dan penonton dari berbagai daerah dapat memperlihatkan bahwa masyarakat Madiun ramah dan terbuka.

"Ini olahraga fighting. Kota Madiun yang dikenal sebagai Kota Pendekar, mindset orang luar kadang menganggap kotanya menyeramkan. Padahal, kami ingin menunjukkan bahwa Kota Madiun itu warganya ramah," katanya.

Bagus menilai kejuaraan MMA tersebut berpotensi dikembangkan sebagai daya tarik wisata olahraga atau sport tourism. Apalagi, Pemkot Madiun tengah mendorong pengembangan sektor pariwisata.

"Ini seiring dengan apa yang kami inginkan, yaitu pariwisata di Kota Madiun. Ini bisa menjadi salah satu daya tarik wisata, sport tourism. Tidak hanya dari sisi pendekarnya, tetapi juga MMA atau fighting-nya," ujarnya.

Bagus meminta seluruh pihak melakukan evaluasi setelah kejuaraan berakhir. Pemkot Madiun, kata dia, siap memberikan dukungan yang lebih baik untuk penyelenggaraan kegiatan serupa pada masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....