Perdana di O2SN Kota Madiun, Peserta Pemula Rasakan Tantangan Cabor Panjat Tebing

  • 12 Mei 2026 21:20 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Cabang olahraga panjat tebing untuk pertama kalinya dipertandingkan dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMP tahun 2026 di Stadion Wilis Kota Madiun, Selasa (12/5/2026). Sebanyak 42 pelajar dari Kota Madiun ambil bagian dalam ajang tersebut.

Salah satu peserta dari SMP Negeri 6 Kota Madiun, Nancy, mengaku sempat gugup saat pertama kali mencoba panjat tebing. Meski menghadapi tantangan fisik, terutama pada kekuatan tangan, ia menilai pengalaman tersebut tetap menyenangkan.

“Pastinya ndredek lalu tangannya sakit karena terlalu bergantung sama tangan. Tantangannya harus bisa naik dan menjaga keseimbangan. Tapi seru banget,” katanya.

Nancy berharap panjat tebing dapat menjadi bagian dari kegiatan pembinaan di sekolah, sehingga semakin banyak pelajar yang memiliki kesempatan untuk mencoba cabang olahraga tersebut.

Sementara itu, Koordinator Pelaksana O2SN Panjat Tebing Dinas Pendidikan Kota Madiun, Dwijo Kuncoro, perlombaan panjat tebing perdana ini terbagi dalam dua nomor, yakni speed dan lead.

"Nomor speed menilai kecepatan peserta saat memanjat, sedangkan nomor lead untuk kemampuan peserta dalam mencari jalur panjat dan penilaiannya berdasarkan ketinggian meter yang dicapai," ucap Dwijo.

Ia menyebut pelaksanaan cabang panjat tebing perdana ini masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya karena olahraga tersebut belum banyak dikenal masyarakat serta masih terbatasnya minat peserta. Untuk itu, panitia berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), serta pihak sekolah agar kegiatan dapat berjalan optimal dan partisipasi siswa meningkat.

Dwijo menegaskan pembinaan atlet panjat tebing di Kota Madiun telah berjalan rutin beberapa kali dalam sepekan. Ia juga menyebut sarana dan prasarana yang tersedia sudah cukup memadai untuk mendukung pengembangan cabang olahraga tersebut.

Dari kegiatan ini akan diambil juara pertama putra dan putri yang selanjutnya akan mewakili Kota Madiun ke tingkat provinsi. Peserta yang lolos juga akan mengikuti pembinaan khusus selama sekitar tiga minggu, meliputi penguatan fisik dan teknik bertanding.

Dwijo pun cabang olahraga panjat tebing semakin dikenal di kalangan pelajar dan mampu melahirkan bibit atlet berprestasi dari Kota Madiun hingga tingkat nasional maupun internasional.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....