Panjat Tebing Jadi Cabor Baru di O2SN Kota Madiun

  • 12 Mei 2026 21:15 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Cabang olahraga panjat tebing untuk pertama kalinya digelar dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMP tahun 2026 di Stadion Wilis Kota Madiun, Selasa (12/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti puluhan pelajar dari Kota Madiun.

Penyelenggara O2SN Cabang Panjat Tebing Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun, Ardy Kusuma Irawan, mengatakan panjat tebing menjadi cabang olahraga baru dalam pelaksanaan O2SN tahun ini. Menurutnya, juara pertama putra dan putri nantinya akan mewakili Kota Madiun ke tingkat selanjutnya.

“Nanti yang juara satu akan mendapatkan sertifikat dan akan naik ke tingkat selanjutnya. Semoga mendapatkan atlet terbaik dari Kota Madiun,” ujar Ardy.

Tidak hanya sebagai kompetisi, Ardy berharap kegiatan tersebut juga dapat menjadi wadah pengembangan bakat dan minat siswa di bidang olahraga panjat tebing.

Sementara itu, Koordinator Pelaksana O2SN Panjat Tebing Dindik Kota Madiun, Dwijo Kuncoro menyebut kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta putra dan 17 peserta putri. Perlombaan terdiri dari dua nomor, yakni lead dan speed.

"Nomor speed menilai kecepatan peserta saat memanjat, sedangkan nomor lead untuk kemampuan peserta dalam mencari jalur panjat dan penilaiannya berdasarkan ketinggian meter yang dicapai," ucap Dwijo.

Menurut Dwijo, pelaksanaan cabang panjat tebing perdana ini masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya karena olahraga tersebut belum banyak dikenal masyarakat.

"Olahraga ini masih baru sehingga belum banyak dikenal masyarakat. Yang kedua adalah tentang aturan dan syarat-syaratnya kurang memasyarakat. Dan yang terakhir itu adalah minatnya peserta," jelasnya.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, panitia berkoordinasi dengan Dindik, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), serta pihak sekolah agar kegiatan dapat berjalan optimal dan siswa dapat mengikuti kompetisi panjat tebing.

Dwijo menambahkan pembinaan atlet panjat tebing di Kota Madiun sebenarnya telah berjalan rutin beberapa kali dalam sepekan. Ia juga menilai sarana dan prasarana panjat tebing di Kota Madiun sudah cukup memadai.

Nantinya, peserta yang lolos akan menjalani pembinaan khusus selama sekitar tiga minggu untuk persiapan menuju tingkat provinsi. Pembinaan tersebut meliputi penguatan fisik maupun teknik bertanding.

Dwijo, berharap cabang olahraga panjat tebing semakin dikenal di kalangan pelajar dan mampu melahirkan bibit atlet berprestasi dari Kota Madiun hingga tingkat nasional maupun internasional.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....