Pendekar Satrio Suroloyo, Apresiasi “Martial Art Championship1” Magnet Ekonomi Madiun
- 16 Jan 2025 19:19 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun: Sanggar Satrio Suroloyo Wayut Jiwan Kabupaten Madiun mengapresiasi setinggi-tingginya pelaksanaan even akbar "Kota Pendekar Martial Art Championship 1". Even yang sangat penting setelah lebih dari satu dekade Kota Madiun dikenal dengan julukan "Kota Pendekar", namun nihil dengan penyelenggarakan kejuaraan besar dalam bidang seni bela diri.
Yosa Nirwana Putra, Pendekar dan Pelatih Sanggar Satrio Suroloyo Wayut menjelaskan, salah satu tantangan para atlet pencak silat di Madiun adalah minimnya even di tingkat lokal. Hal ini membuat mereka harus mengikuti kejuaraan di luar kota, yang tentu saja memerlukan biaya akomodasi tinggi. “Dengan adanya even ini, para atlet khususnya dari Kota Madiun sangat antusias karena selama ini kesempatan untuk membuktikan kemampuan mereka di tingkat lokal sangat terbatas,” Ujar Yosa, Kamis (16/01/2025).
Even berskala Nasional tentunya sangat berarti karena melibatkan kontingen dari berbagai daerah di Indonesia. Sebagian besar peserta adalah atlet dengan jam terbang tinggi. menjadi tantangan sekaligus menjadi motivasi bagi atlet-atlet silat kabupaten madiun. Kejuaraan “Martial Art Championship1” juga memberi kesempatan bagi Sanggar Satrio Suroloyo memperkenalkan cabang seni, solo kreatif, ganda putra dan ganda putri.
Kesusksesan Martial Art Championship1akan membuka kesempatan semakin sering menyelenggarakan even sesuai jargon "Kota Pendekar". dan memberikan dampak positif bagi atlet, menghidupkan perekonomian lokal UMKM, perhotelan dan semua sector ekonomi dan yang terpenting masyarakat semakin paham filosofi luhur pencak silat, yang menjunjung tinggi penghormatan, kejujuran, keberanian, dan kebijaksanaan dalam menghadapi segala situasi,” Jelasnya.
Meski terbilang baru, tetapi Sanggar Satrio Suroloyo telah memiliki pencapaian rekam jejak prestasi yang telah diraih antara lain di tahun 2024, Mengikuti kejuaraan pencak silat TMC Ponorogo (2024). Berpartisipasi dalam Kejuaraan Nasional di Surabaya (Juni 2024). Meraih 11 medali emas kategori tanding pada Kejuaraan Dandim Cup Kediri.
Kabar baik juga datang untuk Sanggar Satrio Suroloyo yang mendapat undangan untuk mengisi acara performa di Keraton Solo pada pertengahan Februari 2025. Momen ini dianggap strategis untuk menanamkan mental kompetitif bagi para atlet, sekaligus memperluas pengaruh seni bela diri tradisional dari tempat lahirnya Pencak Silat Indonesia di Madiun. mm
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....