Anak Tidak Suka Sayur Menjadi Tantangan Program MBG

  • 15 Jan 2025 11:44 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali diluncurkan di sejumlah sekolah, dengan tujuan meningkatkan kesadaran anak-anak tentang pentingnya makanan sehat dan seimbang. Program ini menghadirkan menu yang dirancang oleh ahli gizi, mencakup karbohidrat, protein, sayuran, buah, dan susu, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak-anak.

Namun, tantangan terbesar yang dihadapi adalah bagaimana menarik minat anak-anak yang sering menginginkan makanan lezat, seperti gorengan atau makanan cepat saji, dan tidak menyukai sayur.

Seperti beberapa komentar Pendengar Pro 2 yang masuk melalui WA saat acara SPADA yang mengangkat tema Menu yang kamu inginkan di Program Makan Bergizi Gratis apa??

"Pengennya program MBG ada Pizza" komentar Rio

Ada juga Putri yang berkomentar "boleh gak kalau milih Ayam geprek atau Burger. Simpel dan enak pasti langsung lepp" komennya.

Ketua PD ISNA Jawa Timur yang juga Dosen Jurusan Gizi dari Poltekkes Kemenkes Surabaya, Annas Buanasita, SKM., M.Gizi menyebutkan bahwa seharusnya sayur mayur harus ada di setiap menu makanan anak setiap hari.

"Sayur mayur itu harus ada di menu pagi, siang dan sore ya salah satunya diberikan saat mereka mendapat MBG karena memang itu adalah sumber vitamin dan mineral yang berguna untuk anak" Jelas Annas

Annas juga menambahkan bila beberapa jenis sayur yang baik untuk diberikan kepada anak-anak adalah sayuran hijau.

"Sayuran banyak dan yang baik adalah sayuran hijau seperti bayam, buncis, kacang panjang, kelor. Nah kelor ini baik karena beberapa pakar gizi dan teman medis menyampaikan bahwa daun kelor adalah daun miracle yang kaya antioksidan, bagus untuk metabolisme dan meningkatkan daya tahan tubuh. Sehingga sayuran ini sangat penting untuk ada di menu MBG" tambahnya.

Menurut Annas, Guru, teman dan orang tua bisa turut mendukung keberhasilan program ini. "Anak-anak tidak hanya belajar makan sehat, tetapi juga memahami kenapa tubuh mereka membutuhkan nutrisi tertentu. Mereka ini meniru dan bisa terpengaruh dari orang disekitarnya. Temenku atau guruku makan wortel dia akan makan wortel juga. Sehingga akhirnya mereka akan suka makan sayur terus" katanya.

Annas juga mengharapkan adanya kurikulum sekolah tentang pembelajaran gizi dan juga menghadirkan video tentang manfaat makan sayur sehingga mengedukasi banyak anak. "Seminggu sekali ada kurikulum pembelajaran pada anak disertai video tentang manfaat sayur. Ini bisa menjadi edukasi. Sehingga dengan edukasi ini anak lebih menyukai sayur" Harapan Annas

Melalui pendekatan yang inovatif dan edukatif, program MBG tidak hanya mengatasi masalah kebiasaan makan anak-anak, tetapi juga menciptakan generasi muda yang lebih sadar akan pentingnya pola makan sehat Dan seimbang.

Dengan adanya kreatifitas dari penyedia makanan MBG untuk mengkombinasikan sayuran dengan bahan makanan lain menjadi makanan yang disukai anak. Misalnya dibikin rolade sayuran, sehingga makan sehat tidak lagi membosankan, tetapi menjadi enak, kenyang dan Sehat bagi anak-anak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....