Bawa Pedang Hingga Wortel, Massa Desak KPU dan Bawaslu Kota Madiun Tingkatkan Integritas

  • 26 Okt 2024 12:19 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Puluhan warga melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Madiun pada Jumat (25/10/2024). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja dua lembaga penyelenggara pemilu tersebut yang dinilai kurang profesional dan tidak menjaga netralitas dalam penyelenggaraan Pilkada Kota Madiun.

Perwakilan dari massa yang menamakan diri sebagai Forum Masyarakat Bersama, Budi Santoso, menyampaikan bahwa aksi mereka merupakan bentuk kekecewaan terhadap kinerja KPU dan Bawaslu di Kota Madiun. Menurutnya, sejumlah kasus seperti dugaan politik uang yang dilaporkan ke Bawaslu, berakhir tanpa kejelasan karena alasan kekurangan bukti.

“Kedatangan kami ini adalah bentuk kekesalan dan geregetan atas kinerja para penyelenggara pemilu yang ada di Kota Madiun ini, Ini hal yang lucu, hasil tangkapan sendiri namun tidak bisa menyelesaikannya,” ujar Budi di hadapan massa yang hadir.

Dalam aksi tersebut, warga juga membawa simbol-simbol unik yang mereka berikan sebagai "oleh-oleh" untuk kedua lembaga. KPU diberi pedang mainan dari plastik, sedangkan Bawaslu diberi pakaian dan wortel. Budi menjelaskan bahwa pedang plastik melambangkan harapan agar KPU dapat “menajamkan diri” dan bekerja lebih tegas dan tidak bersikap ragu-ragu.

“Sedangkan untuk Bawaslu Kota Madiun, daster dan bra ini agar mereka benar-benar menjadi lelaki (bukan banci), karena tidak bisa menyelesaikan temuannya sendiri. Wortel, dengan kandungan vitamin A, kami berikan sebagai simbol harapan agar pengawasan mereka menjadi lebih jeli dan awas,” jelas Budi.

Di sisi lain, Ketua KPU Kota Madiun, Pita Anjarsari, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat. Ia berjanji pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin agar tahapan Pilkada Kota Madiun dapat berjalan dengan aman dan lancar.

“Terima kasih atas kunjungan serta penyampaian aspirasi pada hari ini. Kami, KPU Kota Madiun, akan berupaya semaksimal mungkin agar Pilkada Kota Madiun bisa terselenggara dengan aman, nyaman, dan damai sesuai yang diharapkan,” ungkap Pita.

Sementara itu, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kota Madiun, Novery Wahyu Hidayat, juga mengapresiasi perhatian warga terhadap kinerja Bawaslu. Ia menekankan bahwa masukan dari masyarakat sangat berarti untuk perbaikan kinerja lembaganya ke depan.

“Tentunya ini adalah wujud kecintaan elemen masyarakat, agar kinerja Bawaslu Kota Madiun bisa menjadi lebih baik lagi,” tuturnya.

Aksi yang berlangsung damai tersebut mencerminkan harapan masyarakat agar penyelenggaraan Pilkada di Kota Madiun lebih profesional, berintegritas, dan adil tanpa memihak pada siapapun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....