Bunda Baca Kota Madiun Ajak Masyakarat Semangat Membaca
- 17 Sep 2025 06:49 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Memperingati Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca Nasional 2025, melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Madiun menggelar sebuah talkshow inspiratif yang menghadirkan Bunda Baca Kota Madiun, Hj. Yuni Setyawati Maidi, S.Pd., M.Pd.
Acara yang diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar, pegiat literasi ini berlangsung dengan penuh semangat di Ballroom Bima Aston Madiun.
Sebagai Bunda Baca, Hj. Yuni Maidi mengungkapkan pentingnya kehadiran ruang pojok baca di fasilitas umum.
Menurutnya, pojok baca tidak sekadar tempat menyediakan buku, tetapi juga sarana membangun budaya literasi masyarakat.
“Pojok baca bisa menjadi pintu masuk untuk meningkatkan minat baca, terutama bagi masyarakat yang mungkin belum terbiasa datang ke perpustakaan besar. Dengan ruang sederhana, nyaman, dan mudah diakses, budaya membaca bisa tumbuh di berbagai lapisan. Utamanya anak-anak kita tidak ada alasan tidak membaca. Jadi ketika berkunjung ke fasilitas umum sekaligus menunggu ayah bundanya, bisa memanfaatkan waktu untuk membaca,” ujarnya, Selasa (16/9/2025).
Salah satu pertanyaan yang muncul dalam talkshow adalah mengenai bagaimana pojok baca bisa meningkatkan minat baca anak-anak. Hj. Yuni menjelaskan, anak-anak akan lebih tertarik membaca bila buku mudah mereka temui di sekitar lingkungan bermain atau tempat berkegiatan.
“Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Ketika mereka menemukan buku bergambar atau bacaan ringan di ruang publik, rasa ingin tahu itu bisa berkembang menjadi kebiasaan membaca. Dan mereka juga butuh suasana yang menyenangkan untuk bisa jatuh cinta pada membaca,” jelasnya.
Tak hanya untuk anak-anak, Bunda Baca juga menegaskan peran penting pojok baca bagi masyarakat dewasa. Ia mencontohkan, ruang baca di taman atau pusat keramaian bisa menjadi alternatif bagi orang dewasa untuk memanfaatkan waktu luang.
“Membaca bukan hanya kebutuhan anak, orang dewasa pun perlu menambah wawasan. Pojok baca menghadirkan kesempatan itu tanpa harus menunggu waktu khusus ke perpustakaan. Atau misalnya di terminal, stasiun, sambil menunggu kedatangan transportasi bisa memanfaatkanw aktu dengan membaca,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Hj. Yuni juga membahas bagaimana ruang pojok baca bisa meningkatkan lingkungan minat baca secara luas. Menurutnya, jika di setiap ruang publik terdapat pojok baca, masyarakat akan terbiasa melihat, memegang, hingga membaca buku. Hal ini secara perlahan akan menciptakan lingkungan yang literat.

Bunda Baca Kota Madiun saat menyampaikan pesannya pada masyarakat untuk selalu gemar membaca. Foto: Mada Ristu/RRI
Namun, ia juga tak menutup mata terhadap tantangan pengembangan pojok baca. Beberapa di antaranya adalah keterbatasan koleksi buku, minimnya kesadaran masyarakat, serta perlunya perawatan ruang baca agar tetap nyaman dan terjaga. “Ini memang butuh sinergi, baik dari pemerintah, sekolah, komunitas, maupun masyarakat sendiri,” ujarnya.
Bunda Baca Kota Madiun pun menekankan peran Dinas Perpustakaan dalam mendukung pojok baca.
Ia menyebut, dinas memiliki kewajiban menyediakan koleksi buku yang sesuai kebutuhan masyarakat, melakukan pembaruan bahan bacaan, serta menggandeng berbagai pihak untuk memperluas jaringan literasi.
Perpustakaan bisa menjadi motor penggerak dengan melakukan pembinaan dan pendampingan tentang bagaimana merancang pojok baca yang nyaman dan sesuai dengan standar layanan perpustakaan.
Menutup talkshow, Hj. Yuni Setyawati Maidi menyampaikan pesan khusus kepada masyarakat.
“Mari kita jadikan membaca sebagai gaya hidup. Mari jadikan pojok baca sebagai sahabat kita di ruang publik. Cotohnya di Kota Madiun sudah ada pojok baca di Lawu Plaza Mall. Dengan membaca, kita bisa memperluas wawasan, meningkatkan kualitas diri, sekaligus memperkuat karakter bangsa. Pojok baca hanyalah salah satu sarana, tetapi yang paling penting adalah kemauan kita untuk membuka halaman demi halaman,” pesannya penuh makna.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....