Oleh Oleh Khas Ponorogo? Sate!
- 26 Jun 2024 09:16 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Kemasyuran gang Lawu Ponorogo sudah tidak diragukan lagi, banyaknya penjual sate disini membuat gang kecil yang berada di tengah Kota Ponorogo ini dikenal sebagai gang sate.
Salah satu sate yang terkenal adalah Sate Tukri Sobikun, berawal dari sate emperan di tahun 1950an, kini keberadaan warung sate ini banyak diburu pecinta kuliner, tak terkecuali presiden, dari presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga Jokowidodo. Tidak heran, saat mengunjungi tempat sate ini banyak terpampang foto foto para petinggi negeri, bahkan public figure yang telah mampir di tempat ini.
Rasa khas sate Ponorogo yang disajikan bumbu kacang pedas manis rempah yang melimpah dan kental, sate dengan full irisan daging ini memikat lidah para pecinta kuliner. Ibu Handayani pengunjung dari Pasuruan mengatakan bahwa ia bersama dengan sepuluh ibu ibu lain dari kelompok pengajiannya, sengaja mampir ke rumah makan sate yang berada di Jalan Lawu gang I Nomor 43 ini, "tapi kita sudah telpon dulu, makan disini, ada juga yang dipesan untuk oleh oleh, " tuturnya Senin (24/6).

Harga yang ditawarkan pun terjangkau, untuk sepuluh tusuk campur (isian daging, ati ampela, kulit) dengan harga Rp 36.000,- namun untuk sate yang full isian daging ayam selisih duaribu, pada harga Rp. 38.000,- per sepuluh tusuknya. Ciri khas dari sate ponorogo adalah irisan daging yang dipotong memanjang (seperti di fillet) lantas proses memasaknya bukan hanya dibakar saja, menurut penuturan pegawai dari warung sate yang buka dari jam 05.00 pagi hingga 20.00 Wib ini adalah proses perendaman bumbu, "kita menggunakan rempah yang khas, jadi sate tidak hanya dibakar, awalnya dibakar stengah matang, lalu direndam dengan bumbu rempah dan gula merah, makanya sate ini bisa awet hingga 24 jam, sangat aman untuk dijadikan oleh oleh, sampai rumah dihangatkan dikukus jangan dibakar lagi, nanti malah bisa keras tektur satenya" tuturnya Senin (24/6)
Dibantu dengan puluhan karyawan, pengunjung yang memilih makan ditempat pun dilayani dengan cepat, "kalau hari biasanya bisa sampai 150an ekor ayam, ya kira kira 300 kilogram, kalau pas hari libur dua kali lipatnya, kalau untuk oleh oleh dalam jumlah banyak, biasanya sih telepon dulu, mungkin takut kalau sampai nggak kebagian, " tuturnya mengakhiri sambil mengemas pesanan sate kedalam kantong kresek.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....