Ambil Hati Calon Mertuamu dengan Martabak
- 25 Jun 2024 19:03 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun: Membawa buah tangan saat bertamu menjadi kebiasaan di masyarakat. Terlebih jika berkunjung ke rumah saudara atau orang yang lebih tua atau dituakan. Buah tangan yang biasa dibawa adalah makanan. Bahkan seorang penjual martabak terang bulan Halland Jaya, Budi, berkelakar agar jangan lupa membawa martabak (martabak manis) saat seseorang berkujung ke rumah calon mertua.
“Ambil hati calon mertuamu dengan martabak. Itu (martabak) bisa mengambil hati morotuo (Jawa: mertua). Pengalam pribadi juga. Ampuh”, ucapnya dengan tawa seraya pempromosikan daganganya.
Mengapa martabak? Selain sebagai makanan yang populer dan menggugah selera, martabak juga bisa menjadi jembatan kecil untuk membangun hubungan yang hangat dan akrab.
Salah satu masyarakat dan penyuka martabak, Malik, membawakan martabak saat berkunjung ke rumah calon mertua punya makna tersendiri.
“Kalau ke rumah calon mertua bawa martabak. Apalagi yang rasanya manis, itu menunjukkan kalau kita bisa bersikap manis. Dan nanti juga bisa menjadi calon menantu sesuai harapan calon mertua. Bawa martabak yang tebal isi coklat keju, kan lebih kekinian. Manisnya bisa terasa”, ceritanya bernostalgia.
Senada, Ardiansyah, warga Kota Madiun lainnya juga berpendapat membawa buah tangan yang manis selain untuk mengambil hati calon mertua juga sebagai wujud keakraban dan perhatian.
“Membawa martabak untuk camer (calon mertua) ide bagus. Karena bisa memberikan kesan yang baik buat calon mertua kepada kita. Itu seperti menggambarkan kalau kita juga perhatian kepada calon mertua”, kata bapak seorang anak mengenang masa mudanya dulu.
Martabak, dengan beragam pilihan rasa dari cokelat, keju, kacang, sampai dengan pandan, menawarkan kesempatan untuk menyenangkan lidah siapa pun. Ini adalah makanan yang tidak hanya enak tetapi juga mudah disukai oleh banyak orang, termasuk calon mertua yang mungkin belum terbiasa dengan makanan kekinian.
Martabak juga memiliki makna lebih dari sekadar makanan. Dalam budaya Indonesia, martabak sering kali dikaitkan dengan momen kebersamaan dan keceriaan. Dengan membawa martabak, seseorang menghadirkan nuansa keramahan dan keakraban, serta menunjukkan bahwa dia ingin berbagi kegembiraan dengan keluarga calon pasangannya.
Tentang kebiasaan membawa martabak saat berkunjung ke rumah pacar atau calon mertua, mengutip dari Idntimes.com, laki-laki cenderung akan membawakan makanan yang sesuai dengan kepribadian perempuan.
Berdasarkan penelitian maupun survei yang dilakukan, perempuan cenderung menyukai makanan manis dibandingkan dengan laki-laki. Dikutip dari Indian Council of Medical Research (ICMR) - National Institute of Nutrition (NIN), perempuan mengonsumsi sekitar 20,2 gram gula dalam sehari. Sementara laki-laki hanya 18,7 gram gula per hari.
Tak hanya itu, makanan manis mencerminkan kepribadian seseorang saat hendak melakukan beragam hal atau memutuskan sesuatu. Mereka yang menyukai makanan manis cenderung lebih positif dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Ini disebabkan karena makanan manis dipercaya bisa meningkatkan suasana hati.
Mengutip fimela.com, martabak adalah makanan asli Indonesia khas Bangka Belitung yang diciptakan oleh warga keturunan Tionghoa. Nama asli makanan ini adalah Hok Lo Pan yang bermakna kue orang Hok Lo. Kue ini kemudian semakin dikenal masyarakat luas hingga ke luar kota Bangka. Banyak orang menyebutnya sebagai kue rembulan atau terang bulan karena berbentuk bulat dan berwarna kuning. Awal diciptakannya, taburan untuk martabak ini hanya berupa gula dan wijen sangrai. Tapi, seiring dengan perkembangan zaman, taburan untuk martabak semakin bervariasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....