Jenang Dumbleg Nganjuk: Kelezatan Tradisional yang Melekat di Hati

  • 25 Jun 2024 15:10 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Di Indonesia, setiap daerah memiliki kuliner khas yang mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi lokal. Salah satu kuliner khas dari Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, yang terkenal dengan kelezatannya adalah Dumbleg. Hidangan manis ini tidak hanya memanjakan lidah tetapi juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang mendalam.

Jenang Dumbleg adalah salah satu jenis jenang atau dodol yang berasal dari Nganjuk. Kata "dumbleg" dalam bahasa Jawa merujuk pada tekstur yang lengket dan kenyal, yang menjadi ciri khas dari jenang ini. Makanan tradisional ini telah ada sejak zaman dahulu dan biasanya disajikan dalam acara-acara adat, perayaan, dan sebagai sajian istimewa untuk tamu.

jajanan khas yang terbungkus pelepah pinang ini menjadi ciri khas kuliner di Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk. Dumbleg terbuat dari campuran tepung beras, santan, gula merah, gula putih yang di bungkus pelepah pinang.



Dumbleg jajanan yang memiliki tekstur padat dan cita rasa gurih dan manis merupakan salah satu makanan lokal warisan. Pembuatannya menggunakan resep turun temurun dan kebanyakan hanya di produksi di daerah Gondang, begitupun pemasarannya.

Rusmi Ningsih, salah satu pengusaha dumbleg yang terus melestarikan jajanan ini mengatakan bahwa dumbleg saat ini sangat jarang ditemui, bahkan di Kecamatan Gondang sendiripun. Dari sekian banyak yang memproduksi dumbleg, untuk saat ini hanya tersisa tiga produsen saja di Dusun Ngemplak Desa Gondang Kulon Kecamatan Gondang salah satunya Rusmi Ningsih.

“Tekstur dumbleg hampir sama dengan jenang, yang membuat spesial dan berbeda adalah bungkusnya yang terbuat dari pelepah pinang bernama upit.” Ia juga mengatakan alur perlakuan pada upit sebelum digunakan sebagai pembungkus dumbleg. “Pelepah pinang direndam, dipotong, direndam lagi, baru dijahit. Sebelum digunakan sebagai pengemas, pelepah pinang kembali di dicuci”, ucapnya.

Sedangkan proses pembuatan dumbleg sendiri dimulai dari Tepung beras diuleni, diberi santan mendidih, gula merah mendidih, garam secukupnya kemudian dimasukkan ke dalam upit lalu dikukus selama 2 jam.

Jenang Dumbleg Nganjuk merupakan salah satu kuliner tradisional yang tidak hanya menawarkan rasa manis yang lezat tetapi juga menyimpan nilai-nilai budaya dan tradisi lokal. Dengan tekstur yang kenyal, rasa manis yang pas, dan aroma pandan yang khas, Jenang Dumbleg menjadi sajian yang istimewa dan selalu dirindukan. Jadi, jika Anda berkesempatan mengunjungi Nganjuk, jangan lewatkan untuk mencicipi dan membawa pulang Jenang Dumbleg sebagai oleh-oleh yang tak terlupakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....