Tahunan Loh Lamanya "Gorengan" Tetap Juaranya
- 02 Apr 2024 13:58 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Kalau ditanya menu apa yang gak boleh ketinggalan saat berbuka puasa?? Masyarakat Indonesia pasti akan mengatakan dan memilih untuk menikmati gorengan sebagai menu favorit saat berbuka puasa di bulan Ramadhan. Gorengan, seperti tahu, tempe, pisang goreng, dan jenis lainnya, tetap menjadi primadona meskipun banyak yang bilang itu bisa bikin jarum timbangan ke Kanan.
Aroma gorengan yang gurih plus renyah menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang sedang berpuasa. Hal ini terbukti dari lonjakan permintaan gorengan yang terjadi di berbagai tempat, mulai dari warung pinggir jalan hingga restoran besar. Karena “Tanpa Gorengan Kurang lengkap”.
Dan salah satu Warung Gorengan yang sudah mulai buka sejak lebih dari 20 tahun lalu, ada Gorengan Susi di Jalan Salak Kota Madiun. Berawal dari Ibundanya yang mengawali usaha ini, Susi akhirnya meneruskan usaha gorengan ini sampai dengan sekarang dengan masih dibantu ibunya.
Dari semua jenis gorengan yang tersedia, Susi mengatakan gorengan dengan rasa gurih yang paling banyak dipilih pembeli
“Yang paling laris itu yang rasanya gurih gurih kayak tempe dele, tempe gembus, tahu isi, heci, dadar jagung, telo. Kalo pisang goreng, timus, tape yang manis manis kurang. Ini proses digorengnya langsung atau ndadak jadi anget. Saya juga gak pake gas kompor besar, Cuma gas kompor kecil jadi matengnya sampai kedalam. Kadang ada heci depannya udang mateng dalamnya belum. Kalo di tempat saya hecinya luarnya kriuk dalamnya mateng“, kata Susi.
Dalam sehari susi bisa menjual kurang lebih 150 biji setiap varian gorengannya. Bahkan menurutnya di Bulan Ramadhan jumlah gorengannya 2 kali lipat lebih banyakyang terjual.
“Kalau puasa harus pesan dulu maksimal jam 14.00 WIB karena takutnya gak kebagian gorengan yang dipengenin", tambahnya.

Saat ditanya apa beda gorengan saat ini dan beberapa tahun lalu, susi mengatakan dalam hal kualitas dan rasanya gorengan bikinannya tidak ada bedanya. Cuma sedikit beda diukuran dan juga harganya menyesuaikan dengan harga bahan bahan di pasar. Dari harga gorengan 250 perbiji 20 tahun lalu, saat ini Gorengan Susi dihargai Rp.5000,- dapat 4 biji. Dengan harga yang dibilang terjangkau ini, membuat masyarakat sangat menyukai dan mencari gorengan sebagai camilan atau pendamping makanan. Bahkan susi mengaku warungnya yang buka jam 4 sore sebelum magrib gorengannya sudah ludes terjual.
Tidak hanya menjual gorengan saja, warung Susi juga menyediakan Nasi Jotos yang langsung dibuat atau dibungkus saat ada yang beli atau pesan, sehingga nasinya tetap hangat. Di Ramadhan ini juga tersedia beberapa macam sayur dan lauk pauknya.
Susi berharap, kedepan bisa menambah jenis gorengan lain dengan kualitas dan rasa yang tetap terjaga sehingga semakin banyak pembeli yang melarisi dagangannya
“Semoga bisa menambah jenis gorengan lain. Dan buat yang pengen berdagang gorengan seperti saya, yang terpenting adalah kualitas dan rasa harus tetap dijaga, kita ambil untung sedikit yang penting kita bisa jalan usaha terus” imbuhnya mengakiri obrolan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....