Martabak Wibisono Bangkit dari Kebangkrutan, Kini Punya Tiga Cabang di Kota Madiun!

  • 11 Jul 2026 10:25 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Perjalanan usaha kuliner tidak selalu berjalan mulus. Hal itu dirasakan oleh Martabak Wibisono yang sempat mengalami kebangkrutan hingga beberapa kali harus menutup usaha.

Berkat kegigihan dan konsistensi menjaga kualitas produk, usaha martabak tersebut kini berhasil bangkit dan berkembang dengan memiliki tiga cabang di Kota Madiun.

Kisah tersebut disampaikan Owner Martabak Wibisono, Dimas Bagus Trianangga, saat menjadi narasumber dalam program UMKM Bicara Pro 1 RRI Madiun belum lama ini. Ia menjelaskan bahwa Martabak Wibisono sebenarnya sudah berdiri jauh sebelum tahun 2014. Pada awalnya, usaha tersebut bukan milik keluarganya, melainkan dibeli dari pemilik sebelumnya setelah berpindah tugas ke luar kota.

"Martabak Wibisono itu sebetulnya sudah lama banget. Kami sempat mengalami kebangkrutan beberapa kali, tapi kami memilih bangkit lagi dari nol hingga akhirnya sekarang memiliki tiga cabang," ujar Dimas.

Menurutnya, setelah diambil alih oleh keluarganya, usaha tersebut sempat berganti nama menjadi Martabak Purnama Holland. Namun perubahan nama tersebut tidak mampu mempertahankan usaha sehingga kembali mengalami kebangkrutan. Keluarga kemudian memutuskan kembali menggunakan nama Martabak Wibisono yang telah lebih dikenal masyarakat Madiun.

Dimas mengungkapkan, proses bangkit dari keterpurukan dilakukan dengan membuka kembali lapak sederhana di kawasan Jalan Kelapa Manis. Meski penjualan masih sedikit, keluarga tetap berkomitmen mempertahankan kualitas produk dan terus melayani pelanggan.

Seiring berjalannya waktu, usaha tersebut mulai kembali dikenal masyarakat. Peningkatan jumlah pelanggan membuat Martabak Wibisono mampu membuka cabang baru di Jalan Kemiri dan Jalan Imam Bonjol sehingga kini memiliki tiga outlet yang melayani konsumen di Kota Madiun.

Selain mengejar keuntungan, Dimas mengaku memiliki tujuan lain dalam mengembangkan usahanya, yakni membuka kesempatan kerja bagi masyarakat khususnya orang-orang yang ada disekitar agar mampu memperoleh penghasilan.

"Saya ingin yang sejahtera bukan hanya saya dan keluarga saya. Teman-teman yang belum punya pekerjaan kami rangkul, kami ajari, dan kami berkembang bersama," katanya.

Ia berharap kisah perjuangan Martabak Wibisono dapat menjadi motivasi bagi pelaku UMKM untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan usaha. Menurutnya, kegagalan merupakan bagian dari proses yang harus dilalui sebelum meraih keberhasilan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....