Jamur Barat Muncul usai Hujan, Benarkah Tidak Bisa Dibudidayakan?

  • 30 Jun 2026 20:27 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Musim hujan yang disertai angin barat menjadi momen yang dinantikan sebagian masyarakat di Jawa Timur. Pasalnya, pada kondisi tersebut biasanya muncul jamur barat atau yang juga dikenal sebagai jamur supa barat maupun suung bulan, jamur liar yang memiliki cita rasa lezat dan hanya tumbuh secara alami di alam bebas.

Melansir dari kanal YouTube Lek Habib Art, perburuan jamur barat dilakukan sejak pagi hari setelah hujan mengguyur kawasan kebun dan pekarangan pada malam sebelumnya. Jamur ini biasanya tumbuh di area perengan, bawah pohon kelapa, hingga kebun pisang.

"Semalaman kan hujan, sekarang aku berburu. Ini masih pagi pukul 05.30, sekarang mencari di lokasi-lokasi seperti ini. Mudah-mudahan ada yang muncul jamurnya," ujar pemilik kanal saat memulai perburuan.

Ia menjelaskan, beberapa hari sebelumnya lokasi tersebut sempat tidak ditumbuhi jamur karena hujan sempat berhenti selama beberapa hari. Namun setelah hujan kembali turun disertai angin barat, jamur mulai bermunculan.

"Alhamdulillah dapat. Ini jamur barat, masih baru, baru mekar," katanya sambil menunjukkan jamur yang ditemukan.

Jamur barat memiliki ciri khas berwarna putih dengan batang yang cukup panjang. Menurutnya, jamur yang baru mekar memiliki kualitas terbaik untuk dikonsumsi, meski terkadang sebagian sudah mulai dimakan serangga.

"Batangnya panjang sekali, ini masih putih, tapi sudah dimakan sama serangga. Berarti mekarnya pagi tadi," ujarnya.

Perburuan kemudian dilanjutkan ke beberapa titik lain. Di bawah pohon kelapa hingga kebun pisang, ia kembali menemukan sejumlah jamur barat yang masih segar.

"Nah ini ketemu jamur barat di bawah pohon kelapa. Mantap, dapat lagi. Mudah-mudahan hari ini banyak," ungkapnya.

Jamur barat merupakan jamur liar yang tidak dapat dibudidayakan karena tumbuh secara alami pada kondisi lingkungan tertentu. Kemunculannya sangat bergantung pada curah hujan, kelembapan tanah, dan embusan angin barat sehingga hanya dapat dijumpai pada musim-musim tertentu.

Di sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Bojonegoro, Ngawi, dan sekitarnya, jamur barat menjadi bahan pangan musiman yang banyak diburu warga. Jamur ini umumnya diolah menjadi sayur lodeh, ditumis bersama bumbu sederhana, maupun digoreng sebagai lauk pendamping nasi.

Karena hanya tumbuh di alam liar, masyarakat diimbau berhati-hati saat memanen jamur. Pastikan jamur yang dipetik benar-benar merupakan jamur barat yang dapat dikonsumsi dan bukan jenis jamur liar beracun yang memiliki bentuk serupa. Dengan mengenali ciri-cirinya secara tepat, jamur barat dapat menjadi sajian musiman yang lezat sekaligus menjadi bagian dari kekayaan pangan tradisional masyarakat Jawa Timur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....