Asam Lambung Tetap Bisa Ngopi, Ini Triknya

  • 23 Jun 2026 14:38 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun- Keluhan asam lambung kerap membuat sebagian orang mengurangi bahkan menghentikan kebiasaan minum kopi. Padahal, menurut Owner KOPPI, Aan Setya Safroni, penderita asam lambung masih dapat menikmati kopi asalkan memahami jenis kopi yang dikonsumsi dan cara menikmatinya dengan tepat.

Dalam dialog UMKM Bicara, Aan menjelaskan bahwa tidak semua kopi memberikan dampak yang sama terhadap lambung. Pemilihan jenis biji kopi menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan asam lambung atau GERD.

Menurut Aan, jika dibandingkan antara kopi robusta dan arabika, ia lebih menyarankan kopi arabika untuk penderita asam lambung. Hal ini karena arabika umumnya memiliki kandungan kafein yang lebih rendah dibandingkan robusta.

“Kalau untuk teman-teman yang memiliki masalah asam lambung, saya lebih menyarankan arabika. Kandungan kafeinnya lebih rendah dibandingkan robusta sehingga cenderung lebih nyaman untuk lambung bagi sebagian orang,” jelas Aan, Senin (22/6/2026).

Ia menerangkan bahwa kandungan kafein yang tinggi dapat merangsang produksi asam lambung pada beberapa orang. Karena itu, kopi robusta yang dikenal memiliki kadar kafein hampir dua kali lebih tinggi dibandingkan arabika berpotensi menimbulkan rasa tidak nyaman apabila dikonsumsi berlebihan oleh penderita asam lambung.

Meski demikian, Aan menegaskan bahwa setiap orang memiliki tingkat toleransi yang berbeda. Tidak sedikit penikmat kopi yang tetap nyaman mengonsumsi robusta meskipun memiliki riwayat gangguan lambung. Oleh sebab itu, penting untuk mengenali respons tubuh masing-masing.

Selain memilih jenis kopi, proses roasting atau sangrai juga turut memengaruhi kenyamanan saat mengonsumsi kopi. Aan menyarankan kopi dengan tingkat roasting medium hingga dark roast karena karakter rasanya lebih lembut dan tingkat keasamannya cenderung lebih rendah dibandingkan kopi light roast.

“Roasting juga berpengaruh. Biasanya medium sampai dark roast lebih nyaman untuk sebagian penikmat kopi yang sensitif terhadap lambung,” ujarnya.

Tak hanya itu, cara penyeduhan juga perlu diperhatikan. Aan merekomendasikan metode seduh yang menghasilkan cita rasa lebih halus, seperti pour over dengan ekstraksi yang tepat atau cold brew yang dikenal memiliki karakter lebih smooth.

Menurutnya, kesalahan yang sering dilakukan pecinta kopi adalah mengonsumsi kopi saat perut kosong. Kebiasaan tersebut dapat memicu rasa perih atau sensasi tidak nyaman pada lambung, terutama bagi mereka yang memang memiliki riwayat asam lambung.

“Jangan minum kopi saat perut kosong. Sebaiknya setelah sarapan atau setelah ada makanan yang masuk. Ini sederhana, tetapi sangat membantu mengurangi risiko keluhan lambung,” katanya.

Aan juga mengingatkan agar konsumsi kopi dilakukan secara wajar. Satu hingga dua cangkir per hari dinilai masih cukup untuk menikmati manfaat dan cita rasa kopi tanpa memberikan beban berlebihan pada tubuh.

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk tidak langsung menganggap kopi sebagai penyebab utama kambuhnya asam lambung. Menurutnya, pola makan yang tidak teratur, kurang istirahat, stres, hingga konsumsi makanan pedas dan berlemak juga memiliki peran besar dalam memicu gangguan lambung.

“Sering kali kopi yang disalahkan, padahal ada faktor lain yang juga berpengaruh. Yang penting adalah pola hidup secara keseluruhan,” tuturnya.

Dengan memahami karakter kopi dan kondisi tubuh masing-masing, Aan meyakini bahwa penderita asam lambung tetap dapat menikmati secangkir kopi tanpa rasa khawatir berlebihan. Kuncinya adalah memilih kopi arabika dengan kadar kafein lebih rendah, menghindari minum kopi saat perut kosong, serta mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar.

“Penderita asam lambung tidak harus berhenti ngopi. Pilih jenis kopi yang sesuai, minum dengan bijak, dan kenali batas tubuh sendiri. Dengan begitu, kopi tetap bisa dinikmati dengan nyaman,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....