Trend Makanan Dikukus, Gak Selalu Sehat

  • 18 Des 2025 16:34 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Trend makanan yang diproses dengan mengukus kini banyak disukai masyarakat sebagai alternatif menu makanan sehat. Ubi, jagung, pisang, hingga labu dengan mudah banyak ditemukan di sekitar, kesadaran masyarakat dalam mengkonsumsi makanan dengan proses kukus semakin tinggi.

Makanan seperti ini banyak dipilih karena tidak mengandung senyawa karsinogenik dari pertemuan minyak, gula, tepung yang diproses dengan suhu tinggi seperti digoreng. Selain itu makanan dengan proses pengolahan sederhana ini tidak mengandung gula dan aditif tambahan, selain itu makanan ‘dikukus’ ini menjadi sumber karbohidrat kompleks yang lebih mudah diproses tubuh menjadi tenaga.

Namun tidak hanya fokus pada proses pengolahannya, namun juga perlu diperhatikan kandungan gizi yang dikonsumsi dari makanan yang dikukus ini. Umumnya makanan yang dikukus ini dominan karbohidrat, sehingga perlu dilengkapi protein, serat dan vitamin agar nutrisi seimbang seperti telur, ayam, tempe, sayuran seperti brokoli, bayam atau wortel. Kukusan yang tinggi karbohidrat tetap dapat menyebabkan lonjakan gula darah, terutama jika dikonsumsi tanpa protein atau serat.

Jumlah aman mengkonsumsi makanan yang melalui proses dikukus ini per hari untuk dewasa Adalah setara 225 hingga 325 gram. Porsinya cukup disesuaikan dengan kebutuhan karbohidrat harian.

Dalam ukuran 150 gram jagung mengandung 19 gr karbohidrat, 5 hingga 6 gram gula alami. Singkong per 100 gram mengandung 38 gram krabohidrat dan 2 hingga 3 gram gula alami. Labu kuning ukuran 1 hingga 3 potong per hari mengandung karbohidrat 7 hingga 8 gram dan gula alami 2 hingga 3 gram. Ubi Ungu ukuran 100 gram mengandung 27 gram karbohidrat , dan 4 hingga 5 gram gula alami.

Pilihan makanan dengan proses dikukus baik untuk dipilih, namun perlu untuk memastikan porsi yang pas, dan dilengkapi dengan nutrisi makro lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....