Awasi Diri: Bersihkan Diri Dari Racun Tersembunyi
- 01 Des 2025 06:56 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Saat ini kaum Muslimin diingatkan kembali untuk senantiasa mewaspadai “racun-racun tersembunyi” yang dapat merusak hati dan menjauhkan diri dari ridha Allah.
Dalam Islam, menjaga kebersihan diri bukan hanya soal fisik, tetapi juga menyucikan jiwa dari pengaruh buruk yang kerap datang tanpa disadari mulai dari perilaku, perkataan, hingga konsumsi informasi sehari-hari.
Kampanye “Awasi Diri: Bersihkan Diri dari Racun Tersembunyi” hadir sebagai seruan agar masyarakat Muslim kembali memperkuat benteng keimanan, meningkatkan kewaspadaan diri, serta memperbaiki amal dengan meneladani ajaran Rasulullah SAW.
Dalam kajian Mutiara Pagi Pro1 RRI Madiun , Ustadzah Hj. Siti Amiroh, S.Ag, M.Pd.l memberikan tausiyahnya. Ustazah Siti Amiroh menjelaskan bahwa “racun tersembunyi” ini dapat berupa perbuatan kecil yang dianggap remeh, namun perlahan-lahan melemahkan hati seperti ghibah, iri hati, konsumsi informasi tidak bernilai, hingga kebiasaan menunda ibadah.
Siti menegaskan, bahwa Islam telah memberikan peringatan tegas agar setiap Muslim melakukan evaluasi diri atau muhasabah.
Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Surah Al-Hasyr ayat 18: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.” (Al-Hasyr: 18).
Ayat ini, jelas Ustadzah Amiroh, menjadi dorongan kuat agar umat Islam memeriksa kembali perilaku dan menghindari segala bentuk “racun” yang merusak jiwa.
Ustazah Siti juga menyampaikan sabda Rasulullah SAW tentang pentingnya menjaga hati: “Ketahuilah, dalam tubuh itu ada segumpal daging; jika ia baik, maka seluruh tubuh menjadi baik; dan jika ia rusak, maka seluruh tubuh pun rusak. Ketahuilah, itu adalah hati.”
(HR. Bukhari dan Muslim).
Melalui hadis ini, Ustadzah Amiroh mengajak jamaah untuk berhati-hati terhadap segala yang dapat menodai hati seperti amarah berlebih, kebohongan, dan hasad racun yang sering hadir tanpa disadari.
Dalam penutup kajian, Ustazah mengingatkan bahwa penyucian diri bukan hanya dilakukan melalui ibadah ritual, tetapi juga dengan memperbaiki akhlak, menjaga lisan, dan mengendalikan konsumsi informasi, terutama di era digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....