Nagashi Somen, Seni Makan Mi Dingin di Jepang

  • 28 Sep 2025 05:40 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Anda mungkin tidak asing dengan beberapa jenis anggota keluarga mi Jepang seperti udon, ramen, shirataki maupun soba yang mudah kita temui di sekitar kita. Namun ada satu jenis mi lagi bahkan untuk menikmatinya pun harus dengan cara yang unik, yakni Somen.

Bisa dibilang somen seperti udon versi super tipis,ketebalannya kurang dari 1,3 mm, selain itu minya juga ringan dan berwarna putih.

Terdapat sebuah tradisi unik oleh warga Jepang ketika musim panas untuk menyantap somen, yang disebut Nagashi Somen. Nagashi sendiri berarti 'mengalir', jadi mi somen nantinya dialirkan melalui pipa bambu yang berisi air mata air segar yang mengalir sedingin es. Hal ini tentu untuk menjaga agar mi tersebut tetap dingin, mi somen nantinya terbawa aliran air usai dijatuhkan dari atas pipa bambu. mi juga tidak mudah lembek meskipun ada di dalam aliran air terus menerus.

Nah setiap orang yang hendak menikmati Nagashi somen maka mereka yang ingin menerima mi harus berdiri di kedua sisi pipa bambu. Selain itu tidak lupa, skill dan ketangkasan menggunakan sumpit untuk bisa menangkap mi sangat dibutuhkan.

“Ikuyo” atau berarti “ayo” merupakan kata yang diucapkan oleh staf sekaligus tanda saat mereka menjatuhkan somen pada aliran air di dalam pipa bambu. Nah, usai berhasil menangkap mi somen, langkah berikutnya yakni merendam mi dalam tsuketsuyu.

Tsuketsuyu merupakan kuah dari campuran kecap asin, kaldu ikan, dan sedikit sake, sehingga memiliki rasa gurih yang lezat dan cocok dengan mi segar dan dingin. Cita rasa semakin lezat dengan menambahkan daun bawang, jahe, myoga (jahe Jepang), wasabi (lobak Jepang), atau bahkan jeruk shikuwasa ke dalam saus tsuyu.

Nagashi somen menjadi hidangan yang membantu mendinginkan tubuh saat musim panas melanda Jepang yang sangat panas. Nah lantas apa yang terjadi dengan mi yang terlewatkan setiap pelanggan?

Terdapat keranjang bambu di ujung pipa untuk menampung mi yang terlewat. Biasanya staf juga akan terus-menerus menjatuhkan somen dengan kecepatan konstan, maka pelanggan tidak perlu khawatir jika belum berhasil menangkap mi pada putaran pertama, atau hanya ingin mengambil beberapa suapan lagi. Selanjutnya ketika pelanggan melihat mi somen merah muda mengalir ke bawah, hal tersebut berarti adalah kumpulan mi terakhir yang akan dilepaskan melalui tabung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....