Tempe Mendoan Banyumas di Lidah Warga Madiun

  • 30 Jun 2025 17:08 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Menjamurnya lahan bisnis kuliner di Madiun, tidak menghentikan langkah seorang Siti Rofiqoh untuk tetap bersaing.

Berawal dari tahun 2015 dengan bisnis pakaian dan lain sebagainya, hingga akhirnya ide tersebut muncul di awal tahun 2025.

Tempe mendoan Banyumas dipilih menjadi ladang rupiahnya. Fiqoh, panggilan akrabnya berbagi kisah inspiratifnya dalam program Mozaik Indonesia Pro1 RRI Madiun.

Fiqoh menuturkan, tidak mudah mengawali bisnis dengan traumatik bisnis sebelumnya.

“Ya kan sebelumnya sudah pernah bisnis dan tidak sesuai dengan harapan, jadi agak ragu. Namun, karena diyakinkan suami dan keluarga ya Bismillah saja,” tuturnya saat ditemui di Studio Pro1 Madiun, Senin (30/6/2025).

Selain itu, dengan modal seadanya Fiqoh dan suami yakin dengan tempe mendoan ciri khas kota kelahirannya.

Saat awal buka, Fiqoh mengatakan mendapatkan bahan baku tempe dari supplier.

“Awalnya selama 3 bulan saya mendapatkan tempenya dari supplier. Cuma kok terlalu tebal dan sempat mendapatkan komplain dari pelanggan, akhirnya kami putuskan produksi tempe sendiri,” katanya.

Suami Fiqoh adalah sosok dibalik produksi bahan baku tempe mendoan Banyumas milik Fiqoh.

Penampakan tempe mendoan Banyumas milik Siti Rofiqoh yang menggoda selera. Foto: Mada Ristu/RRI

Bermodal resep dari orangtua dan dikombinasikan dari tutorial Youtube, Fiqoh dan suami akhirnya mampu memproduksi bahan baku tempe sendiri.

“Yang biasanya saat beli 1 bungkus berisi 2 tempe, sekarang kami produksi sendiri, 1 bungkus tempe berisi 5 iris tempe. Anggap saja satu bungkus bakal tempe bisa untuk 1 porsi tempe mendoan,” ungkap Fiqoh.

Tempe mendoan Banyumas dijual mulai harga Rp.10.000 per porsi (isi 5 tempe), dan untuk tempe mendoan jumbo dijual Rp.7000/porsi.

Outlet Tempe mendoan Banyumas ini berlokasi di Jl Trunojoyo Madiun, dekat sumur bor. Buka mulai pkl.11.00 wib hingga habis.

Fiqoh menambahkan, sejak mendapatkan review dari food vlogger, tempe mendoannya semakin laris.

“Alhamdulillah jam 4 sore sudah habis. Trus adonan saya tambah sedikit-sedikit, ½ kg gitu, kok habis. Ya semoga bertahan seperti ini,”harapnya.

Di akhir segmen, Fiqoh berharap bisa segera memiliki cabang di laur kota dan bisa memenuhi permintaan reseller, mengingat tempe mendoannya semakin diminati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....