Jadah Bakar: Makin Gosong Makin Banyak Yang Borong

  • 23 Jun 2025 17:09 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Madiun sudah membuktikan bahwa kuliner dari daerah manapun dapat ditemukan. Mulai jajanan daerah asli Madiun hingga dari daerah lain yang dimasak ulang dan dijual untuk memenuhi rasa rindu para pecinta kuliner.

Salah satu kuliner langka yang kuno, namun banyak yang memburu adalah jadah. Jadah adalah makanan tradisional khas Jawa, terutama Jawa Tengah dan Yogyakarta, yang terbuat dari beras ketan dan kelapa parut, kemudian dikukus atau ditumbuk hingga lengket. Jadah bisa dinikmati langsung, digoreng, atau dibakar.

Di Madiun, tepatnya di lapak Donopuro, lapak UMKM milik Sri Wahyuni menyediakan menu jadah dengan ciri khasnya.

Perempuan yang akrab disapa Yuni ini bercerita singkat bagaimana awalnya berjualan jadah di lapaknya. "Awalnya karena saya sering dimintai pesanan hantaran acara manten, kemudian saya berfikir kenapa ngga jualan aja sekalian di lapak," katanya yang mengawali bisnis kuliner mendoan murni, Senin (23/6/2025).

Yuni nyatanya tidak sendiri, ditemani oleh putranya Alif (19) yang membantunya setiap hari. Meski usianya masih muda, Alif sudah piawai memproduksi jadah sendiri dari hasil belajar ke ibunya.

"Iya saya yang memproses dari awal ketan mentah, kemudian saya kukus kurang lebih 30 menitan. Lalu, diberi kelapa dan ditekan-tekan hingga menghasilkan tekstur yang baik sehingga jadah terasa nikmat," cerita Alif saat menjadi tamu di program Mozaik Indonesia.

Dalam proses berjualannya tentu Yuni dan Alif tentu mendapati beberapa tantangan, misalnya permintaan topping yang nyeleneh dari pelanggannya serta, harga kelapa yang pernah mengalami lonjakan harga di momen tertentu.

Yuni mengungkapkan memang harus menyiasati dengan baik ketika harga bahan pokok di pasar naik.

"Kelapa itu kalo naik ngga seberapa, kecuali momen lebaran sampai per biji Rp.35.000 saaat itu. Jadi, kami menyampaikan ke pelanggan apa adanya, Alhamdulillah mereka mau mengerti dan memahami. Kemudian untuk penyajian jadah pun kadang mereka ada yang minta gula aren. Padahal gula aren ini juga tidak ada di Madiun. Tapi ya kami kadang bercanda dengan pembeli, malah ada yang bawa sendiri gula arennya," jelasnya seraya bercanda.

Harga jadah bakar Yuni pun dibandrol dengan terjangkau yaitu Rp.2000 per potong. Sementara jika kemasan loyang, dijual dengan harga Rp.250.000 sudah plus dengan wajiknya.

"Biasanya kalo untuk hantaran sudah termasuk wajiknya 250.000 ribu, istilahnya sepaket,"tuturnya. Di sisi lain, Alif sebagai generasi muda sangat senang bisa membantu ibunya berjualan. Bahkan, tak sungkan, seringnya dia mengajak teman-temannya untuk melarisi dagangannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....