"Banting Setir" dari Jualan Pakaian ke Bisnis Kuliner
- 16 Jun 2025 16:19 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun: Dua pemuda asal Madiun, Rafli dan Adi, berhasil menarik perhatian masyarakat lewat usaha kuliner segar "Es Pisang Ijo Madiun". Dengan mengandalkan cita rasa khas Makassar namun diberi sentuhan lokal, usaha ini tumbuh pesat hanya dalam waktu 3 tahun setelah diluncurkan.
Usaha "Es Pisang Ijo Madiun" dimulai pada tahun 2022, berawal dari Adi yang banting stir dari usaha jual pakaian, pria perantau ini bekerjasama dengan Rafli untuk mencoba bisnis kuliner di Madiun. Menggabungkan kreativitas dan keuletan, keduanya merintis usaha kecil yang kini telah berkembang menjadi salah satu jajanan favorit masyarakat Madiun, terutama saat cuaca panas atau bulan Ramadan. "Dulu booming sebenarnya saat Puasa, karena takjil menjadi incaran masyarakat untuk buka puasa," kata Adi, Senin (16/6/2025).
Es Pisang Ijo buatan Rafli dan Adi tetap mempertahankan resep tradisional, yakni pisang yang dibalut adonan tepung berwarna hijau dari campuran daun pandan dan suji, disajikan dengan saus santan kental dan sirup merah khas Makassar. Namun, mereka menambahkan inovasi berupa topping kekinian seperti keju, milo, nangka dan mutiara. "Ya itu bedanya dari es pisang ijo yang lain, kami memiliki toping yang beragam dengan tanpa menambah biaya. Hanya satu topping saja setiap porsi," kata Rafli pada RRI Madiun.
Ditanya soal awal berjualan seperti apa, Rafli dan Adi mengulang kisah masa lalu berjualannya saat itu. “Awalnya kami jual tanpa menggunakan lapa, kemudian di review oleh Food Vlogger lewat media sosial dan marketplace lokal. Ternyata responnya sangat baik. Banyak yang kangen rasa autentik tapi juga senang dengan variasi topping baru,” ujar Rafli. Es Pisang Ijo Rafli dan Adi ini dibandrol dengan harga 10.000 rupiah per porsi dengan satu topping free. Per porsi sajian kuliner ini dikemas dalam thinwal 650 ml.
Adi, yang memiliki latar belakang pernah berjualan, memanfaatkan media sosial seperti TikTok untuk memperkenalkan produk mereka. Melalui video singkat dan foto-foto menggoda, akun @espisangijomadiun kini telah memiliki lebih dari 3000 pengikut. “Promosi lewat konten visual sangat efektif. Selain itu, kami juga sering membuka stand di acara Car Free Day di Bantaran Madiun,” kata Adi.
Dari yang awalnya hanya memproduksi puluhan porsi per hari, kini mereka mampu menjual hingga 1500 porsi setiap harinya. Omzetnya pun sudah kembali 100 %. Tak hanya itu, mereka telah mempekerjakan 8 karyawan saat ini untuk membantu operasional mereka. Melihat antusiasme masyarakat yang terus meningkat, Rafli dan Adi berencana membuka cabang berikutnya di Ponorogo. Selain itu, mereka juga tengah menjajaki kerja sama dengan aplikasi pemesanan makanan online agar jangkauan pelanggan lebih luas. “Kami ingin Es Pisang Ijo Madiun dikenal tidak hanya sebagai makanan, tapi juga sebagai simbol kreativitas anak muda daerah yang mampu bersaing secara positif di dunia usaha,” ungkap Rafli.
Kisah sukses Rafli dan Adi membuktikan bahwa dengan semangat, inovasi, dan strategi pemasaran yang tepat, kuliner tradisional pun dapat menjadi ladang bisnis yang menjanjikan. Usaha Es Pisang Ijo Madiun bukan hanya menyegarkan tenggorokan, tapi juga menginspirasi banyak generasi muda untuk berani berwirausaha.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....