30 Mei Hari Multiple Sklerosis Sedunia
- 27 Mei 2025 15:55 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Hari Sklerosis Multipel Sedunia, yang jatuh pada tanggal 30 Mei, mengundang dialog tentang penyakit tersebut.
Sklerosis Multipel (MS) adalah penyakit yang kambuh-kambuhan dengan perkembangan yang sangat lambat.
MS juga dikenal sebagai encephalomyelitis disseminata, dan gejalanya meliputi kelemahan otot, penglihatan ganda, dan masalah mental/fisik. Karena kurangnya penelitian tentang penyakit ini, penyebab pastinya umumnya tidak diketahui.
Banyak ilmuwan percaya bahwa mungkin ada hubungan antara timbulnya penyakit dan gen dan/atau disfungsi sel saraf.
Lebih jauh lagi, belum ada obat yang dapat menyembuhkan secara permanen. Gejalanya dapat diredakan dengan menggunakan serangkaian perawatan dan pengobatan yang tepat.
Hari Sklerosis Multipel Sedunia pertama kali dirayakan pada tahun 2009 oleh Federasi Sklerosis Multipel Internasional (MSIF).
MSIF secara resmi didirikan pada tahun 1967 sebagai badan internasional yang berkoordinasi dengan organisasi MS nasional milik banyak negara seperti Turki, Slowakia, India, dan AS.
Federasi ini bertujuan untuk menyoroti MS dan penelitian ilmiah yang terkait dengannya.
Berfokus pada menyatukan dunia dengan membentuk hubungan satu sama lain serta diri sendiri demi perawatan yang lebih baik.
MSIF menghabiskan seluruh bulan Mei dan awal Juni untuk menyebarkan kesadaran dan harapan tentang MS melalui kampanye bertema mereka.
Sekitar 2,8 juta orang menderita MS setiap tahun. Penyakit ini berhubungan dengan selubung mielin yang rusak yang menutupi sistem saraf di sumsum tulang belakang dan otak.
Selubung mielin yang rusak akan tertutup lesi atau plak, dan dari sinilah penyakit ini mendapatkan namanya — ‘multiple sclerosis’ berarti ‘banyak bekas luka.’
Penyebab pasti MS masih belum diketahui, tetapi beberapa ilmuwan mengaitkan genetika, agen infeksius, dan disfungsi sel dengan penyebab penyakit ini.
Gejalanya meliputi kejang otot, masalah bicara dan menelan, masalah koordinasi dan keseimbangan, depresi, perubahan suasana hati, dan sebagainya.
Meskipun tidak ada obat permanen untuk MS, penelitian yang sedang berlangsung berkaitan dengan penanganan gejalanya dengan obat-obatan dan strategi perlindungan saraf.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....