Menu Kuliner di Perayaan Imlek, Berikut Simbol dan Maknanya
- 27 Jan 2025 12:10 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Perayaan Imlek di 2025 akan berlangsung pada Rabu, 29 Januari mendatang. Dalam kalender China tahun ini menandai dimulainya Tahun Ular Kayu.
Dalam tradisi China, makanan menjadi salah satu elemen penting dalam perayaan ini. Hidangan yang disajikan tidak hanya sekadar lezat, tetapi juga sarat makna, mencerminkan doa untuk keberuntungan, kebahagiaan, dan kemakmuran.
Berikut adalah 5 makanan yang konon bisa membawa keberuntungan sepanjang tahun yang harus dikonsumsi saat perayaan Imlek.
1. Kue keranjang (niangao) jadi simbol kenaikan dan kemajuan
Kue keranjang atau niangao adalah kue yang terbuat dari tepung ketan. Kue ini melambangkan kemajuan dan peningkatan di berbagai aspek kehidupan.
Dalam bahasa China, 'niangao' berarti 'naik lebih tinggi dari tahun ke tahun'. Kue manis ini biasanya dibuat dengan campuran gula, kurma merah, dan kacang.
2. Dumpling (jiaozi) jadi simbol kekayaan
Dumpling atau jiaozi memiliki bentuk yang menyerupai batangan perak zaman kuno. Makanan ini melambangkan kemakmuran dan rezeki yang melimpah.
Mengutip laman China Highlights, semakin banyak dumpling yang dimakan saat malam tahun baru, semakin banyak keberuntungan yang didapat sepanjang tahun.
Dumpling biasanya berisi campuran daging cincang dan sayuran seperti babi, ayam, udang, atau daging sapi. Semuanya kemudian dibungkus dalam kulit tipis lalu dimasak dengan cara direbus, dikukus, atau digoreng.
3. Ikan utuh (yu) jadi simbol kelimpahan
Hidangan ikan utuh selalu hadir di meja makan perayaan Imlek, melambangkan kelimpahan dan kesejahteraan. Ikan dimasak utuh dengan kepala dan ekor sebagai simbol kehidupan yang lengkap dan harmoni keluarga.
Cara penyajiannya sering dikukus dengan jahe, bawang putih, dan saus kecap.
Menariknya, ikan yang disajikan tidak boleh dihabiskan. Menyisakan ikan berarti rezeki dan keberuntungan
4. Lumpia (chunjuan) jadi simbol kemakmuran
Hidangan ini terdiri dari kulit tipis yang diisi dengan sayuran, daging, atau isian manis, lalu digoreng hingga renyah. Lumpia sangat populer, terutama di wilayah China Selatan, seperti Shanghai dan Guangdong.
Lumpia yang berwarna keemasan setelah digoreng konon jadi simbol kemakmuran karena melambangkan tumpukan emas.
5. Bola-bola nasi (tangyuan) jadi simbol kebersamaan keluarga
Tangyuan berbentuk bulat sempurna, melambangkan keharmonisan keluarga dan harapan untuk selalu bersama.
Makanan ini terbuat dari tepung beras ketan yang kenyal, biasanya diisi dengan pasta kacang merah, wijen, atau kacang tanah dan disajikan dalam kuah manis. Hidangan ini juga sering disajikan hingga perayaan Cap Go Meh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....