Kue Keranjang, Asal Usul dan Makna Filosofinya
- 24 Jan 2025 07:18 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Tahun baru China atau tahun baru imlek 2576 Kongzili tahun 2025 ini jatuh pada hari Rabu, 29 Januari 2025. Sejak masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, melalui Keputusan Presiden (Keppres) masyarakat Tionghoa mendapatkan kebebasan lagi untuk menganut agama, kepercayaan, dan adat istiadatnya. Termasuk merayakan upacara-upacara agama seperti imlek, Cap Go Meh, dan sebagainya secara terbuka. Dan menjadi hari libur nasional sejak tahun 2002. Dalam merayakan tahun baru imlek, masyarakat tionghoa selalu menyajikan makanan khasnya yakni kue keranjang
Mengutip dari laman https://nationalgeographic.grid.id, Kue keranjang adalah kue khas yang selalu disajkan pada saat perayaan imlek. Kue keranjang (ada juga yang menyebutnya dengan kue ranjang) dalam bahasa mandarin disebut juga dengan Nian Gao atau dalam dialek Hokkian disebut dengan Ti Kwe, yang diperoleh dari wadah cetakan kue yang berbentuk Keranjang. Kue ini terbuat dari tepung ketan dan gula yang menjadikan kue keranjang ini memiliki tekstur yang kenyal dan lengket.
Kue keranjang mulai digunakan sebagai sesaji dalam upacara persembahan kepada leluhur saat tujuh hari menjelang tahun baru imlek, dan pada malam menjelang tahun baru imlek. Kue ini biasanya juga tidak dimakan hingga hari Cap Go meh atau malam ke-15 setelah tahun baru imlek
Secara filosofis, kue keranjang yang terbuat dari tepung ketan dan memiliki sifat yang lengket memiliki arti persaudaran yang sangat erat dan menyatu. Rasa kue keranjang yang manis juga menggambarkan rasa suka cita, menikmati kerberkatan,kegembiraan, dan selalu memberikan yang terbaik dalam hidup.
Bentuk kue keranjang yang bulat dan tidak memiliki sudut juga mewakili makna yang mengagumkan. Bentuk bulat tersebut melambangkan sebuah pesan kekeluargaan tanpa melihat ada yang lebih penting selain keluarga dan akan selalu bersama tanpa batas waktu. Dalam hal ini juga membawa sebuah makna agar setidaknya dalam satu tahun keluarga dapat berkumpul sehingga akan menciptakan kerukunan dalam hidup dan siap menghadapi hari-hari kedepan.
Proses pembuatan kue keranjang yang cukup lama, yakni 11-12 jam juga memiliki arti. Proses pembuatan yang begitu lama tersebut mewakili rasa kesabaran, keteguhan hati serta cita-cita untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Walaupun memiliki bentuk yang sederhana, kue keranjang memiliki filosofi yang sangat luar biasa. Selamat tahun baru imlek!
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....