Tidak Se"Kere" Namanya, Sate Kere Berikan Citarasa Mahal

  • 03 Jan 2025 12:19 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Masyarakat semakin sadar, bahwa kesehatan harus terus digencarkan. Salah satunya dengan mengkonsumsi makanan sehat yang rendah lemak. Makanan tradisional khas Indonesia seperti sate kere, juga dapat menjadi pilihan menu camilan sehat. Dikenal sebagai makanan rakyat kecil pada zamannya, sate kere kini hadir dalam versi yang lebih sehat dengan bahan utama sari ampas tahu dan metode masak tanpa minyak.

Sate kere biasanya terbuat dari bahan murah seperti jeroan atau tempe gembus. Namun, inovasi terbaru menggantinya dengan sari ampas tahu. Ampas tahu, yang sering dianggap limbah, ternyata kaya serat, protein nabati, serta rendah kalori. Dengan pengolahan yang tepat, bahan ini mampu memberikan cita rasa dan tekstur yang mirip dengan daging.

Ayu Asteriya yang juga pelaku UMKM menyampaikan manfaat mengkonsumsi sate kere. "Menurut ahli gizi, ampas tahu mengandung nutrisi penting seperti kalsium, zat besi, dan vitamin B yang baik untuk tubuh. Jadi, bisa untuk cemilan ataupun lauk juga enak," katanya, Jumat (03/01/2025).

Sate kere sehat ini dimasak menggunakan metode pemanggangan tanpa minyak, menjadikannya pilihan yang lebih rendah lemak. Proses pemanggangan dilakukan dengan menggunakan oven atau panggangan listrik, yang tetap menjaga aroma khas sate. “Memasak tanpa minyak mengurangi risiko kolesterol tinggi dan membuat makanan lebih ringan dicerna. Dan saya juga menggunakan bahan-bahan aman non MSG, sehingga bisa dikonsumsi setiap hari," tegasnya.

Ditanya mengenai proses pembuatan sate kerenya, Aster berbagi sedikit resepnya. "Untuk membuat sate kere sehat ini, ampas tahu dicampur dengan bumbu tradisional seperti bawang putih, ketumbar, dan sedikit garam. Campuran ini kemudian dibentuk menjadi potongan kecil dan ditusuk menggunakan tusukan sate. Setelah itu, sate dipanggang hingga matang sempurna,"katanya.

Biasanya sate dikonsumsi dengan bumbu kacang, namun berbeda dengan sate kere. Sate kere bisa dinikmat dengan cabe hijau sebagai sensasi pedasnya. Kehadiran sate kere versi sehat ini mendapat sambutan positif. Bekki, seorang penggemar kuliner tradisional, mengatakan bahwa sate ini tetap lezat meskipun dibuat dari bahan sederhana. “Rasanya enak, teksturnya lembut, dan saya merasa lebih sehat setelah memakannya,” ujarnya.

Sate kere sehat dari ampas tahu ini bukan hanya inovasi kuliner, tetapi juga langkah mendukung gaya hidup sehat tanpa meninggalkan tradisi. Dengan memanfaatkan bahan lokal dan metode masak modern, sate kere ini menjadi bukti bahwa makanan tradisional bisa terus relevan dan mendukung kesehatan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....