Bagaimana Cara Penularan Penyakit Tuberculosis? Ini Penjelasaanya

  • 12 Agt 2024 12:58 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Terdapat 5 bakteri yang berkaitan erat dengan infeksi TB: Mycobacterium tuberculosis, Mycobacterium bovis, Mycobacterium africanum, Mycobacterium microti and Mycobacterium cannettii. M.tuberculosis (M.TB), hingga saat ini merupakan bakteri yang paling sering ditemukan, dan menular antar manusia melalui rute udara dalam bentuk droplet (percikan dahak) yang keluar ketika seorang yang terinfeksi TB paru atau TB laring batuk, bersin atau bicara.

Menurut Dokter Umum Puskesmas Manguharjo, Kyra Ratudjati Nasution, penularan TB biasanya terjadi di dalam ruangan yang gelap, dengan minim ventilasi di mana percik/ droplet tadi dapat bertahan di udara dalam waktu yang lebih lama. Cahaya matahari juga berpengaruh karna bisa langsung dapat membunuh tuberkel basili dengan cepat, namun bakteri ini akan bertahan lebih lama di dalam keadaan yang gelap.

"Kontak dekat dalam waktu yang lama dengan orang terinfeksi meningkatkan risiko penularan. Apabila terinfeksi, proses sehingga paparan tersebut berkembang menjadi penyakit TB aktif bergantung pada kondisi imun individu", ujarnya, saat menjadi narasumber pada Dialog Madiun Raya Pagi Ini, Senin, 12/8/2024).

Lanjutnya, individu dengan sistem imun yang normal, 90 persen tidak akan berkembang menjadi penyakit TB dan hanya 10 persen dari kasus akan menjadi penyakit TB aktif (setengah kasus terjadi segera setelah terinfeksi dan setengahnya terjadi di kemudian hari).

Kelompok dengan risiko tertinggi terinfeksi adalah anak-anak dibawah usia 5 tahun dan lanjut usia, jelasnya.

Penderita TB Paru dengan BTA Positif, dapat menularkan kepada 10-15 orang per tahun di sekitarnya. Namun, jika orang yang terinfeksi mempunyai daya tahan tubuh yang baik, ia tidak akan langsung sakit TBC.

Sebanyak 5-10 persen orang yang tertular dapat menjadi sakit TBC. BTA Positif artinya dari hasil pemeriksaan miskrokopis ditemukan bakteri tahan asam pada sampel dahak orang yang diduga TBC. Semakin banyak jumlah BTA yang ditemukan, semakin besar kemungkinan untuk indvidu tersebut menularkan bakteri TBC kepada orang lain.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....