Kenali, Vitamin yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bersamaan.

  • 30 Jul 2024 08:59 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Berbagai upaya dilakukan setiap orang untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh, mulai dari asupan makanan, olahraga dan mengonsumsi vitamin maupun suplemen. Namun, tahukah kamu mengonsumsi vitamin juga perlu diperhatikan?, ada kombinasi vitamin yang tidak boleh dikonsumsi secara bersamaan.

Menurut Poonam Sachdev, MD, seorang dokter lulusan Universitas Gujarat dengan spesialisasi Pediatri, dalam artikel yang ditulisnya melalui MedicineNet, menjelaskan kombinasi vitamin dan suplemen yang tidak boleh dikonsumsi secara bersamaan sebagai berikut:

1. Vitamin C dan vitamin B12

Vitamin C memiliki peranan penting untuk sistem kekebalan tubuh karena sifat antioksidannya. Sedangkan vitamin B-12 berfungsi membentuk sel darah merah dan menjaga sistem saraf. Apabila keduanya dikonsumsi bersamaan, sebuah penelitian menunjukkan bahwa jumlah vitamin B-12 yang tubuh terima dapat berkurang. Untuk itu, perlu jarak waktu kurang lebih dua jam untuk mengonsumsi masing- masing suplemen tersebut berdasarkan rekomendasi para ahli.

2. Vitamin A dan makanan kaya vitamin A.

Vitamin yang mudah larut dala lemak adalah vitamin A, apabila kadarnya berlebih maka akan disimpan didalam tubuh. Dianjurkan untuk tidak perlu mengonsumsi vitamin A setiap hari, karena apabila terlalu banyak bisa melemahkan tulang.

Untuk wanita hamil yang mengonsumsi suplemen vitamin A, hindari makan hati atau ikan patin. Keduanya mengandung vitamin A yang sangat tinggi, sehingga apabila tidak mengonsumsi suplemen vitamin A pun, seseorang hanya bisa mengonsumsinya sekali seminggu agar tidak kelebihan vitamin A.

3. Vitamin B9 atau Asam Folat dengan vitamin B12

Kedua jenis vitamin B ini sama- sama penting, tetapi jika asam folat dikonsumsi berlebihan dapat menyembunyikan gejala kekurangan vitamin B12. Konsultasikan kepada dokter terkait penggunaan suplemen ini dalam pengobatan atau pola makan sehari- hari.

4. Vitamin E dan vitamin K.

Vitamin E dapat menyebabkan peningkatan pendarahan pada sejumlah orang, sedangkan vitamin K seringkali diresepkan oleh dokter untuk mempercepat proses pembekuan darah. Namun, jika keduanya dikonsumsi bersamaan akan menangkal efek vitamin K.

5. Tembaga dan zat besi

Kedua nutrisi tersebut bisa didapatkan melalui makanan. Untuk tembaga bisa diperoleh dari daging, biji- bijian, kacang-kacangan, gandum dan makanan laut, sedangkan zat besi berasal dari sayuran hijau, tahu, dark chocolate, serta iklan maupun seafood.

Baik tembaga maupun zat besi kaya akan manfaat untuk kesehatan tubuh. Tembaga berfungsi untuk kesehatan sistem saraf, membantu perkembangan otak, dan membuat jaringan penting dalam tubuh, sedangkan zat besi merupakan mineral penting yang dibutuhkan untuk produksi kolagen dan protein dalam proses penyembuhan luka.

Apabila kedua suplemen dikonsumsi bersamaan, maka salah satu diantaranya akan mengalami penyerapan yang buruk, namun zat besi akan mendominasi.

6. Zat Besi dan teh hijau

Baik zat besi maupun teh hijau memiliki segudang khasiat untuk tubuh. Zat besi dapat memaksimalkan kinerja hemoglobin dalam mengangkut oksigen ke seluruh tubuh bahkan ke otak. Teh hijau mempunyai senyawa anti-peradangan sehingga membuat tubuh menjadi lebih rileks, selain itu juga terdapat kandungan antioksidan dan antimikroba yang bermanfaat untuk kesehatan kulit. Akan tetapi, khasiat dari teh hijau akan berkurang akrena antioksidan teh hijau mengikat zat besi.

7. Kalsium dan mineral lain.

Untuk kesehatan tulang dibutuhkan akan kalsium yang merupakan salah satu mineral penting selain vitamin D pada umunya. Mengonsumsi suplemen kalsium, dapat memberikan pengaruh pada tubuh untuk bagaimana menyerap mineral lain termasuk seng, magnesium, maupun zat besi. Untuk itu penting sekali berkonsultasi dengan dokter terkait waktu terbaik untuk penyerapan maksimal setiap mineral.

Mengonsumsi suplemen atau vitamin itu memang baik untuk daya tahan tubuh dan menjaga kebugaran. Namun hal tersebut juga tidak cukup, perlu juga mengimbangi dengan pola hidup sehat penting sekali diterapkan bahkan dari bayi masih dalam kandungan. Selain mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, olahraga teratur, dan istirahat cukup juga perlu diperhatikan.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....