Perilaku Mengulang Kata Pada Anak, Seperti Apa Cirinya

  • 16 Apr 2024 20:30 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Pada umumnya anak usia 2-5 tahun mengalami tahap pertumbuhan dan perkembangan termasuk untuk berbicara dan menyusun kalimat.

Biasanya pada usia ini sering mengulang-ulang kata, sebagian atau seluruh kalimat yang sering diucapkan. Kondisi ini kemungkinan disebabkan oleh :

1. Gangguan obsebsive kompulsive;

Gangguan psikiologis dimana anak memiliki pikiran obsesif dan kompulsive (melakukan sesuatu secara berulang-ulang)

2. Autisme;

Gangguan perkembangan syaraf yang dapat mempengaruhi kemampuan anak untuk berkomunikasi, interaksi sosial dan perilaku.

3. Gagap

Terjadi gangguan pada kelancaran dan alur bicara penderita. Umunya terjadi pada anak-anak dan seringkali memanjangkan atau mengulang suatu kata/susunan kata ketika berbicara

4. Dementia- Alzheimer

Kondisi dimana terjadi penurunan daya ingat hingga mencapai kondisi gangguan otak dalam perencanaan, penalaran, persepsi dan berbahasa. Biasanya dialami oleh inidividu usia tua

5. Echolalia

Kondisi medis yang terjadi ketika seseorang mengulang kata, frasa atau suara yang ia dengar dari orang lain.

Kondisi echolalia biasanya terjadi pada anak dengan kondisi autisme yang merupakan cara atau bentuk komunikasi yang khas.

Echolalia pada dasarnya bagian dari perkembangan anak untuk berbicara yang pada usia 2-3 tahun seharusnya sudah mulai menurun dan hilang dengan sendirinya, seiring dengan bertambahnya kemampuan bicara anak. Namun pada anak dengan kondisi autisme kondisi ini tidak bisa hilang dan menjadi bentuk komunikasi yang khas.

Pada individu dewasa, juga mungkin terjadi, terutama yang mengalami gangguan saraf atau cacat perkembangan tertentu. ada dua jenis echolalia yang umumya dialami seorang individu

1. Immediate echolalia (echolalia langsung)

Seseorang dengan jenis ini mengulang perkataan atau suara yang baru didengarnya. Misalkan saat orang tua mengatakan, ‘waktunya mandi”, anak mengatakan “waktunya mandi”, dibandingkan langsung mandi. Meski demikian pada penderita autisme , “ekolalia langsung” merupakan cara untuk mengatakan kepada orang lain, ia sedang mencerna apa yang orang lain katakan.

2. Delayed echolalia (echolalia tertunda)

Kondisi ini bentuk pengulangan kata atau suara beberapa saat setelah anak mendengarnya. Lamanya jeda waktu antara yang dia dengar dan ucapkan, bisa beberapa menit atau bahkan beberapa hari.

Sedangkan jenis dari echolalia bisa bersifat komunikatif dan nonkomunikatif. Ekholalia komunikatif berarti seseorang memiliki makna dan tujuan untuk berkomunikasi ketika mengulang ucapan kata dari orang lain, ini bisa berupa meminta, menegaskan atau bahkan memprotes. Sementara yang nonkomunikatif, berarti pengulangan kata yang dilakukan tanpa memiliki tujuan komunikasi yang jelas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....