Mengapa TBC Membuat Berat dan Tinggi Badan Anak Stagnan? Ini Penjelasan Dokter

  • 04 Okt 2026 18:58 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Infeksi kuman Tuberkulosis (TBC) pada anak kerap tidak bergejala secara akut seperti batuk kronis atau demam tinggi. Namun, salah satu indikasi kuat yang perlu dicermati oleh orang tua adalah berat dan tinggi badan anak yang stagnan.

Dokter Puskesmas Mejayan Kabupaten Madiun, dr. Khoirun Nisa', menjelaskan kuman TBC yang masuk ke dalam tubuh anak dianggap sebagai zat asing. Jika keberadaan kuman tersebut tidak terdeteksi dan tidak diobati dalam waktu lama, kondisi berpotensi berkembang menjadi infeksi kronis atau infeksi jangka panjang.

"Anak-anak yang terdiagnosa TBC sering kali baru ketahuan setelah beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun. Hal ini terjadi karena infeksi kronis yang berlangsung tanpa disadari," ujar dr. Nisa' saat menjadi narasumber program dialog AE Raya Menyapa di RRI Madiun.

dr. Nisa' menjelaskan infeksi kronis akibat TBC inilah yang memaksa tubuh anak bekerja jauh lebih keras. Energi serta nutrisi penting yang seharusnya digunakan untuk proses tumbuh kembang justru terserap dan digerogoti oleh proses infeksi di dalam tubuh.

"Itulah yang menyebabkan tubuh anak bekerja lebih keras lagi. Jadi zat ataupun nutrisi di dalam tubuhnya digerogoti oleh infeksi tersebut. Makanya berat badan anak tidak bisa naik ataupun stagnan tinggi badannya karena infeksi kronis tersebut," terangnya.

dr. Nisa' mengimbau para orang tua agar tidak hanya berpatokan pada gejala batuk. Jika anak mengalami penurunan nafsu makan yang drastis, tampak sering letih dan lesu, atau memiliki benjolan di area leher dan pangkal rahang, orang tua diminta segera memeriksakan anak ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....