Lansia Sering Terbangun saat Dini Hari, Ini Penyebabnya Kata Dokter!
- 29 Sep 2026 12:01 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Terbangun saat dini hari tepatnya pada pukul 03.00 pagi dan sulit kembali tidur menjadi salah satu keluhan yang dapat dialami lansia. Kondisi tersebut tidak selalu berkaitan dengan proses penuaan, karena terdapat sejumlah faktor yang dapat memengaruhi kualitas tidur seorang lansia.
Melansir akun YouTube Saddam Ismail yang dikutip pada Selasa 29 september 2026, Dr. Saddam Ismail menjelaskan bahwa insomnia tidak hanya ditandai dengan durasi tidur yang singkat. Gangguan tersebut juga dapat berupa kesulitan memulai tidur, sering terbangun di tengah malam, hingga tubuh tetap terasa lelah saat bangun.
“Insomnia bukan hanya tentang durasi tidur yang sebentar. Insomnia adalah kondisi saat teman-teman kesulitan memulai tidur, jadi sering terbangun di tengah malam dan juga merasa tubuh tetap lelah ya saat bangun di pagi hari,” ujar Dr. Saddam Ismail.
Salah satu faktor yang disebut dapat memengaruhi tidur lansia adalah menurunnya produksi hormon melatonin. Perubahan tersebut dapat membuat jam biologis tubuh mengalami gangguan sehingga pola rasa kantuk dan terjaga ikut berubah.
“Seiring bertambahnya usia, pabrik melatonin di dalam otak lansia mengalami penurunan ya produksinya secara drastis. Jadi membuat jam biologis menjadi kacau, jadi teman-teman lansia menjadi mudah merasa mengantuk di sore hari dan justru mata terjaga cerah ya sepanjang malam,” katanya.
Selain perubahan hormon, kondisi kesehatan juga dapat menjadi faktor yang mengganggu tidur. Penyakit kronis dan rasa nyeri, efek samping obat-obatan, beban pikiran, kesepian, tidur siang terlalu lama, hingga kurangnya aktivitas fisik disebut sebagai faktor lainnya yang menyebabkan lansia terbangun dari tidur malam.
“Lansia sering menderita penyakit menahun seperti radang sendi ataupun asam lambung. Ada rasa nyeri menusuk pada lutut ataupun dada yang terasa panas akan langsung membangunkan lansia dari tidur lelapnya,” ujar Dr. Saddam.
Penggunaan sejumlah obat juga disebut dapat memengaruhi pola tidur lansia karena adanya efek samping yang ditimbulkan yaitu rasa kantuk. Terlebih, lansia yang memiliki penyakit kronis dapat mengonsumsi beberapa jenis obat secara rutin dan hal ini terjadi secara berulang kali dalam periode tertentu.
“Obat penurun tekanan darah ataupun obat sesak napas seringkali membuat jantung berdebar-debar lebih cepat. Obat peluruh kencing ataupun diuretik juga memaksa ginjal terus memproduksi urin di malam hari,” katanya.
Faktor psikologis juga turut menjadi perhatian dalam pembahasan mengenai insomnia pada lansia. Rasa kesepian dan beban pikiran yang menumpuk dapat membuat pikiran tetap aktif ketika tubuh seharusnya beristirahat. Maka dari itu lansia memperlukan perhatian khusus yang dapat meningkatkan kualitas tidurnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....