Kasus ISPA Melonjak, Dinkes Ngawi Imbau Warga Disiplin Prokes
- 24 Sep 2026 13:25 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Ngawi - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ngawi mencatat kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Ngawi mengalami kenaikan sekitar 20 hingga 30 persen di sejumlah layanan kesehatan. Hal ini antara lain karena kondisi cuaca kemarau panjang.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi dr. Heri Nurfahrudin menyampaikan peningkatan ini dipicu oleh cuaca kemarau panjang, banyaknya debu yang berterbangan, serta faktor penyebaran virus di tengah masyarakat. Heri memaparkan bahwa masa inkubasi virus ISPA tergolong sangat cepat, yaitu berkisar antara dua hingga three hari. Menurutnya, gejala awal yang patut diwaspadai meliputi panas tinggi, sakit tenggorokan, nyeri saat menelan, pegal-pegal pada otot, hingga kondisi tubuh yang lemas.
Terkait lonjakan tersebut, dr. Heri Nurfahrudin mengonfirmasi adanya kenaikan jumlah pasien di fasilitas pelayanan kesehatan. "Secara kasus memang ada peningkatan di akhir-akhir ini. Rata-rata kalau kunjungan di beberapa pelayanan kesehatan itu ada peningkatan sekitar 20 sampai 30 persen," ungkap dr. Heri Nurfahrudin, Kamis 24 September 2026.
Sebagai langkah antisipasi, dr. Heri Nurfahrudin mengimbau masyarakat untuk kembali memperkuat penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Langkah ini dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, beristirahat cukup, serta memperbanyak konsumsi air putih.
Di samping menjaga daya tahan tubuh, dr. Heri Nurfahrudin juga menekankan pentingnya penggunaan masker bagi warga yang sedang sakit maupun yang beraktivitas di area berdebu. Kedisiplinan dalam memakai masker diharapkan mampu menekan angka penularan ISPA di lingkungan warga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....