Wajah Sembab hingga Sulit Tidur Bisa Jadi Tubuh Kelebihan Garam

  • 21 Agt 2026 17:20 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun-Garam atau natrium klorida memang dibutuhkan tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan, mengatur fungsi saraf, dan membantu kontraksi otot. Namun, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI, batas aman konsumsi garam orang dewasa adalah maksimal 5 gram per hari atau setara satu sendok teh rata.

Sayangnya, banyak orang tanpa sadar mengonsumsinya dua hingga tiga kali lipat lebih banyak lewat makanan olahan, camilan kemasan, dan bumbu instan. Kelebihan garam tidak langsung menimbulkan sakit parah, tapi memberikan sinyal halus yang sering disalahartikan.

Berikut adalah 5 tanda utamanya beserta penjelasan para ahli kesehatan.

Inilkah 5 Tanda Tubuh Kelebihan Garam

1. Wajah Sembab dan Tubuh Mudah Bengkak

Sering bangun tidur dengan wajah terlihat lebih besar, kelopak mata bengkak, atau jari-jari terasa kaku dan tidak nyaman saat memakai cincin? Ini adalah tanda paling khas retensi cairan akibat kadar natrium yang melonjak. Tubuh menahan lebih banyak air untuk menyeimbangkan konsentrasi garam dalam darah, sehingga cairan menumpuk di jaringan yang longgar seperti wajah, tangan, dan pergelangan kaki.

2. Sering Merasa Haus Berlebih

Meskipun tidak beraktivitas berat atau berada di tempat panas, mulut tetap terasa kering dan ingin terus minum. Ini adalah respons alami tubuh untuk mengencerkan kelebihan garam yang beredar dalam darah. Minum banyak air saja tidak cukup jika sumber garamnya tidak dikurangi, sehingga rasa haus sering kali tetap ada meski sudah banyak minum.

3. Perut Kembung dan Tidak Nyaman

Kelebihan natrium mengganggu keseimbangan cairan di saluran pencernaan dan memperlambat pergerakan usus, sehingga perut terasa penuh, begah, atau sering buang angin. Keluhan ini sering disalahartikan sebagai masalah pencernaan biasa atau kurang serat, padahal penyebab utamanya adalah kebiasaan makan terlalu asin.

4. Sering Sakit Kepala Ringan dan Sulit Fokus

Konsumsi garam berlebih dapat menarik cairan dari sel-sel tubuh termasuk otak, sehingga otak sedikit menyusut dan memicu rasa nyeri atau berat di kepala. Selain itu, perubahan aliran darah ke otak akibat tekanan yang naik juga membuat konsentrasi terganggu dan pikiran terasa tidak jernih.

5. Sulit Tidur Nyenyak dan Sering Terbangun

Ginjal bekerja ekstra keras membuang kelebihan garam, sehingga produksi urine meningkat dan membuat Anda sering terbangun untuk ke kamar mandi di malam hari. Selain itu, kadar natrium yang tinggi membuat sistem saraf tetap dalam kondisi sedikit terangsang sehingga tubuh sulit rileks sepenuhnya, menyebabkan tidur menjadi dangkal dan tidak tenang.

Seperti yang dikatakan Dr. Budi Santoso, Sp.JP, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, bahwa gangguan tidur akibat garam berlebih sering luput dari perhatian. Padahal jika sering bangun malam atau sulit terlelap setelah makan makanan asin, itu adalah tanda bahwa tubuh sedang berjuang menyeimbangkan cairan dan elektrolit saat seharusnya beristirahat total.

Menurut Dr. Rina Sari, Sp.GK, mulailah dari hal kecil, seperti tidak menambah garam lagi saat makanan sudah terasa gurih, dan biasakan membaca label kemasan. Menjaga asupan garam tetap wajar adalah cara termudah melindungi jantung, ginjal, dan kualitas hidup Anda jangka panjang."

Dan Jika merasakan tanda-tanda tersebut di atas, tidak perlu berhenti makan garam sama sekali. Cukup kurangi penggunaan garam dapur, perbanyak konsumsi makanan segar, dan batasi camilan kemasan serta makanan instan yang mengandung "garam tersembunyi".

Perbanyak juga minum air putih dan makanan kaya kalium seperti pisang, alpukat, dan sayuran hijau untuk membantu tubuh membuang kelebihan natrium.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....