Sudah Rutin Berjemur tapi Masih Kekurangan Vitamin D, Apa Penyebabnya?
- 21 Agt 2026 17:36 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madium - Vitamin D sering disebut sebagai "vitamin matahari" karena tubuh dapat memproduksinya secara alami ketika kulit terpapar sinar matahari. Kita sering mendengar saran untuk berjemur 10–15 menit setiap pagi agar kebutuhan vitamin D terpenuhi.
Namun, banyak orang yang sudah melakukannya dengan rutin, namun hasil tes darah justru menunjukkan kadar vitamin D yang masih rendah. Mengapa hal itu bisa terjadi?
Ternyata, proses pembentukan vitamin D di tubuh dipengaruhi oleh banyak faktor, bukan hanya sekadar terkena sinar matahari. Berikut adalah penyebab utamanya beserta penjelasan dari para ahli kesehatan.
Inilah 5 Penyebab Utamanya
1. Waktu dan Intensitas Sinar Matahari Kurang Tepat
Berjemur di jam yang salah tidak akan memicu pembentukan vitamin D secara optimal. Sinar ultraviolet B (UVB) yang dibutuhkan tubuh hanya tersedia dengan cukup kuat pada jam-jam tertentu. Jika berjemur saat matahari terlalu redup atau justru terlalu terik namun terhalang awan, hasilnya tidak maksimal.
2. Penggunaan Tabir Surya dan Penghalang Lainnya
Tabir surya (sunscreen) memang penting untuk melindungi kulit dari kerusakan dan kanker kulit, namun produk dengan SPF 30 ke atas dapat menghambat hingga 97% penyerapan sinar UVB oleh kulit. Begitu juga jika Anda berjemur di balik kaca jendela, karena kaca akan memblokir seluruh sinar UVB.
3. Warna Kulit dan Faktor Usia
Orang dengan pigmen kulit yang lebih gelap memiliki lebih banyak melanin, yang berfungsi melindungi kulit namun juga memperlambat pembentukan vitamin D. Selain itu, seiring bertambahnya usia, kemampuan kulit untuk memproduksi vitamin D secara alami akan menurun drastis.
4. Kelebihan Berat Badan atau Obesitas
Vitamin D adalah vitamin yang larut dalam lemak. Jika seseorang memiliki jaringan lemak berlebih, vitamin D yang diproduksi akan terperangkap di dalam jaringan lemak tersebut dan tidak bisa dilepaskan ke dalam aliran darah untuk digunakan oleh tubuh.
5. Masalah Penyerapan di Dalam Tubuh
Meskipun masuknya cukup baik melalui kulit atau makanan, jika ada gangguan pada saluran pencernaan seperti penyakit celiac, sindrom iritasi usus, atau gangguan fungsi hati dan ginjal, tubuh akan kesulitan menyerap atau mengubah vitamin D menjadi bentuk yang aktif dan bisa digunakan.
Jadi Jika sudah rutin berjemur namun hasilnya masih kurang, para ahli menyarankan untuk tidak hanya mengandalkan sinar matahari saja. Penuhi kebutuhan vitamin D juga melalui makanan seperti ikan berlemak, kuning telur, susu yang diperkaya vitamin D, serta berkonsultasilah dengan dokter mengenai kebutuhan suplemen yang tepat sesuai kondisi tubuh Anda.
Seperti yang dikatakan Dr. Rina Sari, Sp.GK, bahwa jangan menyalahkan diri sendiri jika berjemur saja tidak cukup. Setiap tubuh merespons secara berbeda. Kombinasi antara paparan sinar matahari yang tepat, pola makan seimbang, dan suplemen jika diperlukan adalah cara paling efektif menjaga kadar vitamin D tetap normal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....