Waspada, Cacingan Dapat Menyebabkan Stunting pada Anak
- 31 Jul 2026 23:31 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Masalah tumbuh kembang dan kecukupan gizi anak tentu menjadi perhatian utama masyarakat.
Dalam dialog interaktif bertajuk Indonesia Sehat di RRI Madiun, dr. Kirnia Tri Wulandari, Sp.A, M.Biomed, memberikan penjelasan mendalam terkait keterkaitan antara penyakit cacingan dan potensi risiko stunting pada anak- anak.
“Kondisi stunting pada anak umumnya dipicu oleh beberapa faktor utama, yaitu kurangnya asupan nutrisi (inadequate nutrition), tingginya pengeluaran energi tubuh karena kondisi tertentu, hingga gangguan penyerapan nutrisi (malabsorption). Jadi ya cacingan itu mengganggu absorbsi atau penyerapan nutrisi di dalam tubuh anak, nah otomatis nutrisi yang seharusnya bisa diserap oleh tubuh itu terambil oleh parasit tadi, dan bisa menjadi penyebab stunting,” jelas dr. Nia.
Parasit cacing yang hidup di dalam saluran pencernaan anak, diungkapkan lebih lanjut oleh dr. Nia, bahwa akan menyerap nutrisi vital yang seharusnya dikonsumsi oleh tubuh.
Akibatnya, meskipun anak mendapatkan makanan yang cukup, nutrisi tersebut tidak dapat dimanfaatkan secara optimal untuk proses pertumbuhan, sehingga meningkatkan risiko stunting.
Mengingat, stunting merupakan salah satu tantangan tidak hanya di Indonesia tetapi hampir di semua negara berkembang di dunia ya. Bahkan WHO pun juga menyatakan bahwa dari epidemiologi salah satu permasalahan kesehatan terutama anak di negara berkembang adalah stunting.
“Nah, untuk di Indonesia sendiri, stunting juga menjadi program prioritas nasional. Lantas, guna mengantisipasi dan menghadapi tantangan tersebut, pemerintah telah menjalankan program rutin, termasuk untuk pencegahan cacingan secara nasional,” jelas Dokter spesialis anak asal Madiun itu.
Program dari pemerintah sendiri diwujudkan melalui pembagian obat cacing secara gratis yang dilaksanakan setiap tahun pada bulan Februari dan Agustus. Selain itu juga sekaligus berdampingan dengan program suplementasi Vitamin A untuk balita.
Selain itu, dr. Nia menambahkan bahwa di samping pemberian suplemen pendukung seperti minyak ikan, orang tua juga perlu memprioritaskan pemenuhan zat besi dan mikronutrien penting lainnya. Langkah ini sangat krusial untuk memastikan terlebih anak di bawah usia tiga tahun mendapatkan perlindungan optimal dari risiko penyakit dan gangguan tumbuh kembang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....