Menjaga Kualitas Kesehatan Remaja Putri, untuk Cegah Stunting

  • 31 Jul 2026 18:13 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Pencegahan stunting membutuhkan kesadaran sedini mungkin bahkan dimulai sejak usia remaja, khususnya pada remaja putri sebagai calon ibu. Menjaga pola hidup sehat dan pemenuhan gizi sejak dini menjadi investasi kesehatan yang sangat krusial guna menekan risiko masalah tumbuh kembang anak di masa depan.

Kepada RRI Madiun, Dokter Spesialis Anak, dr. Kirnia Tri Wulandari, Sp.A, M.Biomed mengimbau kepada para remaja khususnya remaja putri untuk lebih mengutamakan konsumsi makanan yang sehat. “Jadi terutama kelompok remaja, harus mulai memprioritaskan konsumsi makanan utuh atau real food dan membatasi makanan olahan tinggi atau ultra processed food,” ucap dr. Nia.

Konsumsi makanan olahan secara berlebihan tidak hanya berisiko memicu sifat karsinogenik. Lebih lanjut, dr. Nia juga mengungkapkan bahwa, ketika semakin banyak mengonsumsi makanan ultra-processed food (UPF) maka juga tidak mampu memenuhi kebutuhan makro dan mikronutrien yang ideal bagi tubuh.

Dalam pemenuhan gizi anak, porsi asupan harian wajib disesuaikan dengan kebutuhan kalori harian yang dihitung berdasarkan Recommended Dietary Allowance (RDA). Ia juga mengungkapkan bahwa selain itu berat badan ideal juga menjadi menjadi acuan.

Oleh karena itu, orang tua juga disarankan untuk berkonsultasi secara rutin dengan dokter anak dan atau ahli gizi guna menganalisis kecukupan nutrisi secara tepat, agar tidak sekadar mengandalkan pengamatan secara fisik semata.

Lebih lanjut, pemberian Tablet Tambah Darah atau suplementasi zat besi (FE) menjadi prioritas utama sejak usia remaja maupun fase prakehamilan. Langkah tersebut sangat penting untuk mencegah anemia yang dapat berdampak langsung pada kualitas kehamilan serta kesehatan janin kelak.

Pada fase balita, pemberian suplementasi zat besi sejak usia dini juga dapat dilakukan. ”Bagi bayi prematur, suplementasi dapat dimulai pada usia satu bulan. Sedangkan bagi bayi cukup bulan/ aterm, dimulai sejak usia dua bulan dengan dosis anjuran 2 mg per kilogram berat badan per hari yang dapat dilanjutkan sesuai panduan medis hingga usia remaja,” jelas dr. Nia

Di samping zat besi, dr. Nia juga menyoroti tingginya kasus defisiensi vitamin D di Indonesia yang dialami oleh anak-anak maupun dewasa meskipun hidup di daerah tropis. Oleh sebab itu, suplementasi vitamin D serta pemberian probiotik sangat dianjurkan.

Probiotik tentu untuk mendukung keseimbangan mikrobiota baik di dalam saluran pencernaan anak. Kesehatan sistem pencernaan memegang peranan kunci dalam menopang tumbuh kembang anak karena sering dianggap sebagai organ vital atau otak kedua.

Terakhir, ketika anak dengan pencernaan yang sehat dan berfungsi optimal, maka proses penyerapan nutrisi serta stimulasi tumbuh kembang anak dapat berjalan baik, dan mencegah stunting.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....