AIMI Madiun Luruskan Mitos Seputar ASI Pertama atau Kolostrum
- 29 Jul 2026 14:32 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Beberapa anggapan atau bahkan mitos yang berkembang ditengah masyarakat terkait kolostrum atau cairan ASI pertama yang keluar merupakan cairan kotor adalah keliru. Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Madiun mengklarifikasi anggapan salah yang kerap menilai kolostrum sebagai cairan kotor sehingga harus dibuang atau bahkan percaya bahwa memanen ASI sebelum melahirkan (colostrum harvesting) dapat menghentikan produksi ASI pasca persalinan.
Fadila Alfiasari,S.Tr.Keb,M.Keb, Konselor Laktasi AIMI Madiun menjelaskan berdasar sejumlah artikel penelitian yang ia baca menunjukkan bahwa kegiatan memanen kolostrum selama masa kehamilan tidak berkorelasi dengan penurunan maupun peningkatan total produksi ASI setelah melahirkan. “ Jika ditinjau dari fungsinya, colostrum harvesting pada dasarnya adalah bentuk stimulasi perlahan pengeluaran hormon oksitosin, dimana ketika masih hamil itu masih ditekan oleh hormon kehamilan. Hormon oksitosin ini kemudian akan melakukan let down reflex atau pengeluaran ASI, otomatis juga mendorong hormon prolaktin,” jelas Dila kepada RRI Madiun, dalam Program Indonesia Sehat.
Selama kehamilan, proses pembentukan ASI (laktogenesis) sebenarnya masih ditekan oleh hormon-hormon kehamilan. Rangsangan dari pemanenan kolostrum ini membantu merangsang oksitosin untuk memicu let-down reflex, yaitu refleks yang merangsang pengeluaran ASI selanjutnya. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa teknik harvesting colostrum ini dapat meningkatkan keberhasilan pengeluaran kolostrum di 3 hari pertama pasca melahirkan.
Dilla mengatakan bahwa secara teori laktasi, kolostrum umumnya keluar pada hari pertama hingga hari keempat atau dalam beberapa referensi hingga hari ketujuh setelah persalinan. Oleh karena itu, dengan melakukan colostrum harvesting sesuai panduan medis, proses pengeluaran cairan emas yang kaya nutrisi dan antibodi ini di awal masa kelahiran bayi dapat berjalan lebih optimal.
Salah satu kekeliruan umum yang masih banyak dijumpai adalah bahwa kolostrum yang berwarna kuning keruh merupakan ASI kotor sehingga harus dibuang. AIMI Madiun secara tegas membantah mitos tersebut dan menjelaskan bahwa warna kuning keemasan tersebut justru berasal dari tingginya kandungan betakaroten maupun protein.
Konselor Laktasi dari AIMI Madiun lainnya, Rochmanita Sandya Afindaningrum, S.Tr.Keb., Bdn., M.Keb juga menegaskan bahwa satu sendok teh atau sekitar 5 mililiter kolostrum diperkirakan mengandung hingga 3 miliar zat antibodi. Tentu kandungan baik tersebut sangat krusial bagi perlindungan tubuh bayi baru lahir.
Keberhasilan proses memanen kolostrum atau cairan pertama ASI tentu tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga kesiapan psikologis dan emosional calon ibu. Keberhasilan mengeluarkan dan menyimpan cadangan kolostrum mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan juga ketenangan mental bagi ibu, terlebih dalam menghadapi proses persalinan dan masa laktasi yang akan datang.
AIMI Madiun juga menegaskan serta mengingatkan tentang pentingnya keterlibatan aktif dari pihak keluarga, terutama dukungan penuh dari suami atau breastfeeding father. Kesiapan ilmu, fisik, dan dukungan mental dari lingkungan terdekat menjadi kunci utama suksesnya masa laktasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....