Colostrum Harvesting: Memanen Kolostrum ASI, yang Punya Banyak Nutrisi

  • 29 Jul 2026 13:22 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Madiun menekankan pentingnya pemahaman masyarakat mengenai colostrum harvesting atau teknik memanen kolostrum bahkan sejak masa kehamilan. Dalam program siaran Indonesia Sehat di RRI Madiun, Rochmanita Sandya Afindaningrum, S.Tr.Keb., Bdn., M.Keb., dari AIMI Madiun mengungkapkan tentang apa itu kolostrum dan mengapa ini penting untuk dikonsumsi si bayi.

“ Jadi kolostrum itu adalah cairan ASI yang memang banyak antibodinya yang keluar pertama dan digunakan sebagai imunisasi alami bayi. Bisa disebut bekal untuk bayi juga karena didalam kolostrum terdapat zat- zat aktif yang mampu melindungi bayi dari infeksi, sekaligus sebagai daya tahan tubuh alami untuk buah hati,” jelas Finda, sapaan akrabnya.

Sedangkan kandungan yang terdapat dalam kolostrum sendiri juga sangat kaya. Anggota AIMI Madiun, Daeng Farahnaz E.A ,S.Tr.Gz, mengungkapkan juga kepada RRI Madiun terkait apa saja yang terkandung dalam kolostrum.

“Kolostrum mengandung kadar betakaroten yang tinggi, maka dari itu ditandai dengan warnanya yang kuning keemasan. Selain itu juga terdapat kadar protein yang lebih tinggi dibandingkan ASI matur,” papar Daeng.

Kandungan dalam kolostrum tersebut yang berfungsi sebagai antioksidan alami untuk menangkal radikal bebas serta membentuk jaringan imunitas awal pada saluran pencernaan bayi. Selain itu, colostrum harvesting juga dapat menjadi stimulan untuk memicu kontraksi rahim jelang persalinan, persiapan untuk menyusui dan belajar teknik memerah.

Finda juga mengatakan terkait waktu yang dianjurkan dalam memanen kolostrum yakni saat usia kehamilan memasuki masa aterm atau cukup bulan, yaitu minggu ke-38. “ Jadi pada usia kehamilan 38 minggu, dinilai relatif aman terkait risiko stimulasi terhadap timbulnya kontraksi rahim,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pengeluaran kolostrum secara perlahan juga membantu merangsang hormon oksitosin dan prolaktin. Kedua hormon tersebut juga sangat bermanfaat dalam mempermudah pengeluaran ASI pada hari-hari pertama pasca melahirkan.

Namun, Fadila Alfiasari,S.Tr.Keb,M.Keb, anggota AIMI Madiun juga mengingatkan, terkait tata cara ketika melakukan colostrum harvesting. “ Penting untuk diingat, meskipun memiliki manfaat klinis yang besar, prosedur memanen kolostrum sebelum melahirkan wajib dilakukan di bawah pendampingan tenaga kesehatan atau konselor laktasi tersertifikasi. Perlu dipastikan bahwa tidak adanya riwayat komplikasi kehamilan dan atau kondisi medis tertentu, agar tidak membahayakan baik ibu dan janin,” ungkap Dila.

Ibu hamil yang terdiagnosis mengalami preeklamsia, hipertensi dalam kehamilan, riwayat pendarahan, maupun riwayat keguguran berulang tidak diperbolehkan menerapkan colostrum harvesting. Stimulasi perasan tanpa pengawasan pada kondisi tersebut, berisiko tinggi sehingga dikhawatirkan dapat memicu kontraksi prematur yang membahayakan keselamatan kehamilan.

Teknik pemerasan kolostrum sendiri harus menggunakan tangan secara manual dan tidak perlu memakai alat pompa ASI. Mengingat volume dari kolostrum sendiri berkisar antara 2 hingga 3 milliliter, atau beberapa tetes saja, maka pemerasan manual secara tepat, dapat meminimalkan risiko iritasi pada puting susu yang masih sensitif akibat pengaruh hormon kehamilan.

Volume dari kolostrum sendiri sudah sangat cukup atau presisi dengan kapasitas lambung bayi yang baru lahir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tidak perlu khawatir atau menganggap produksi ASI awal tidak mencukupi kebutuhan nutrisi bayi.

AIMI Madiun juga menjelaskan bahwa pemanfaatan colostrum harvesting juga pada dasarnya diprioritaskan untuk kondisi darurat medis pasca persalinan. Kondisi tersebut meliputi bayi prematur, bayi asfiksia, bayi yang dirawat di unit NICU, atau ibu yang mengalami pendaraha

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....