Berenang dan Asma, Benarkah Bisa Membantu Meredakan Gejalanya?

  • 24 Jul 2026 19:12 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Berenang kerap direkomendasikan sebagai salah satu olahraga yang ramah bagi penderita asma. Udara di sekitar kolam renang yang cenderung hangat dan lembap dinilai lebih nyaman bagi saluran pernapasan dibandingkan udara dingin dan kering yang dapat memicu serangan asma pada sebagian orang.

Tak heran, banyak penderita asma memilih berenang sebagai aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran tanpa khawatir gejalanya kambuh. Namun, benarkah berenang dapat membantu meredakan asma?

Asma merupakan penyakit kronis yang menyebabkan peradangan dan penyempitan saluran napas, sehingga penderitanya dapat mengalami sesak napas, batuk, mengi, atau dada terasa berat. Hingga saat ini, asma belum dapat disembuhkan, tetapi gejalanya dapat dikendalikan melalui pengobatan, menghindari faktor pencetus, dan menjalani gaya hidup sehat.

Salah satu cara yang dianjurkan adalah melakukan olahraga secara rutin sesuai kemampuan, termasuk berenang. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa berenang dapat memberikan manfaat bagi fungsi paru dan kebugaran fisik penderita asma.

Tinjauan sistematis Cochrane Database of Systematic Reviews berjudul Swimming Training for Asthma in Children and Adolescents menyimpulkan bahwa latihan berenang dapat meningkatkan kebugaran kardiovaskular dan fungsi paru tanpa memperburuk gejala asma yang telah terkontrol. Dalam publikasi tersebut disebutkan bahwa berenang dapat menjadi pilihan olahraga yang aman bagi penderita asma dengan kondisi yang terkontrol dan mendapat pengawasan medis bila diperlukan.

Meski demikian, manfaat berenang tidak berarti olahraga ini dapat menyembuhkan asma. Efek yang dirasakan setiap orang dapat berbeda, tergantung tingkat keparahan penyakit, kondisi kesehatan, serta kualitas air kolam.

Pada sebagian penderita, paparan klorin atau bahan kimia lain di kolam renang justru dapat memicu iritasi saluran napas. Oleh karena itu, penderita asma disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai program latihan, terutama jika gejalanya masih sering kambuh atau belum terkendali.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....