Bagaimana Menjaga Hubungan Orang Tua dengan Anak yang Mulai Beranjak Dewasa?
- 30 Jun 2026 19:55 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Menghadapi anak yang mulai mandiri dan memiliki pemikiran sendiri sering kali membuat orang tua merasa kehilangan kendali. Fase dewasa awal atau emerging adulthood memang fase yang menantang, namun bukan berarti hubungan orang tua dan anak harus merenggang.
Ada strategi psikologis yang bisa diterapkan agar hubungan tetap erat layaknya seorang sahabat. Hal ini dijelaskan oleh Psikolog anak sekaligus Dosen Psikologi UKWMS Kampus Kota Madiun, Robik Anwar Dani, M.Psi., Psikologi., saat diwawancarai RRI Madiun.
“Jadi ada tiga langkah praktis bagi orang tua untuk membina hubungan yang baik dengan anak yang beranjak dewasa. Langkah pertama adalah menghargai privasi dan otonomi anak, karena Seiring bertambahnya usia, kebutuhan anak akan ruang pribadi dan kebebasan mengambil keputusan akan meningkat tajam,” jelas Robik.
| Baca juga: Bahaya Makan Keju Berlebihan |
Selanjutnya, ketika orang tua mampu menghargai batasan privasi dan otonomi tersebut, anak akan merasa dihormati sebagai individu. Kepercayaan yang diberikan oleh orang tua ini justru akan menjadi fondasi kuat yang membuat hubungan emosional antara kedua belah pihak menjadi jauh lebih baik dan minim konflik.
"Kemudian yang kedua, kita bisa mengubah pola komunikasi. Kita menggunakan pendekatannya itu kolaboratif, bukan direktif. Kita bisa mendengarkan secara aktif tanpa buru-buru mendikte atau memberikan instruksi saat anak menghadapi masalah," tutur Robik.
Langkah ketiga yang tidak kalah penting adalah mencoba menemukan titik temu sesama orang dewasa. Orang tua perlu menyadari dan menanamkan pandangan bahwa anak mereka kini adalah seseorang yang sedang berproses menuju pendewasaan penuh.
Oleh karena itu, hubungan yang dibangun harus berubah menjadi hubungan yang setara. Selain itu, salah satu cara terbaik untuk membangun kesetaraan ini adalah dengan menempatkan diri sebagai sahabat bagi anak.
Orang tua dapat mulai meluangkan waktu untuk melakukan hobi bersama, atau membuka ruang diskusi terkait isu-isu sosial yang sedang hangat secara terbuka tanpa ada sikap menghakimi
Menurut Dosen Psikologi tersebut, dengan menerapkan ketiga langkah tadi yang meliputi akan menghargai privasi, berkomunikasi secara kolaboratif, dan membangun hubungan yang setara, maka interaksi orang tua dan anak akan menjadi lebih harmonis.
Menurut Robik, pendekatan yang inklusif ini akan membuat hubungan antara orang tua dan anak yang mulai beranjak dewasa menjadi jauh lebih menyenangkan dan hangat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....