Anak Gagal Masuk Universitas Impian? Ini 3 Cara Bijak Orang Tua Menurut Psikolog
- 30 Jun 2026 16:23 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Menghadapi anak remaja yang gagal menembus kampus idaman memerlukan sikap yang bijaksana dari orang tua. Bukannya ikut panik atau justru bersikap acuh, orang tua memegang kunci penting dalam memulihkan mental anak.
Dosen Psikologi UKWMS Kampus Kota Madiun sekaligus Founder psikologanak.id memberikan sejumlah langkah yang dapat diterapkan bagi orang tua untuk menghadapi kondisi tersebut. “Mengapa langkah- langkah ini perlu dipahami betul? agar kegagalan yang terjadi tidak merusak masa depan dan juga kesehatan mental sang anak,” ungkap Robik kepada RRI Madiun.
Langkah pertama yang paling krusial adalah menyediakan ruang aman untuk berduka. Orang tua harus mengizinkan anak untuk menangis dan merasa kecewa sebagai bentuk pelepasan emosi yang sehat, tanpa perlu terburu-buru menasihatinya.
Selanjutnya, tahapan yang kedua adalah memisahkan antara performa (performance) dan harga diri (worthiness) anak. Robik menyebutkan bahwa saat gagal, anak sering kali merasa menjadi manusia yang gagal secara utuh.
Pada langkah kedua inilah peran orang tua diuji untuk memberikan penegasan bahwa kasih sayang dan penerimaan mereka bersifat tanpa syarat. "Orang tua perlu menegaskan kepada anak bahwa walaupun tidak diterima di kampus tujuan, kasih sayang dan kebanggaan orang tua tidak berkurang satu persen pun hanya karena mereka gagal masuk kampus favorit," tutur Robik.
Setelah emosi anak stabil, langkah ketiga yang bisa dilakukan adalah membantu anak menumbuhkan pola pikir bertumbuh (growth mindset) secara bertahap. Proses ini dilakukan melalui cognitive reframing atau membingkai ulang cara pandang anak terhadap kegagalan yang baru saja mereka alami.
Robik menjelaskan bahwa cognitive reframing ini berbeda dengan toxic positivity. Pola pikir ini mengarahkan anak untuk melihat bahwa kegagalan masuk kampus impian bukanlah akhir dari kapasitas atau perjalanan hidup mereka. Kegagalan ini harus dibingkai sebagai sebuah tikungan jalan, dan bukan jalan buntu yang menghentikan langkah.
Selain itu,
Psikolog anak tersebut juga menegaskan bahwa dengan menumbuhkan growth mindset, orang tua dapat mendampingi anak untuk melihat berbagai alternatif jalan lain yang tidak kalah cerah.
Robi menyarankan orang tua mulai mendiskusikan opsi lain secara sehat, seperti mengambil jeda tahun (gap year) untuk bersiap kembali, atau mencari universitas lain yang menyediakan jurusan yang sama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....