Mitos Bekicot dan Tokek Mampu Sembuhkan Asma, Dokter: Belum Terbukti Secara Medis
- 26 Jun 2026 04:38 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Berbagai mitos mengenai pengobatan asma masih banyak beredar di masyarakat. Salah satu yang cukup populer adalah anggapan bahwa mengonsumsi bekicot atau tokek dapat menyembuhkan penyakit asma secara permanen.
Dalam dialog Indonesia Sehat di RRI Pro 1 Madiun, Dokter dari IDI Madiun, dr. Fadlia Yulistiana, Sp.P., M.Kes., FISR mengatakan hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa bekicot maupun tokek dapat menyembuhkan asma. Pengobatan asma tetap harus dilakukan dengan pendekatan medis yang telah terbukti aman dan efektif.
Menurutnya, kepercayaan terhadap pengobatan tradisional tersebut masih sering dijumpai di tengah masyarakat. Tidak sedikit penderita asma yang memilih mencoba berbagai cara alternatif dengan harapan terbebas dari penyakit yang dideritanya.
Padahal asma merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran pernapasan yang memerlukan pengendalian jangka panjang. Penanganan yang tidak tepat justru berisiko membuat gejala semakin sering kambuh dan sulit dikendalikan.
“Selain tanaman itu yang sering kita dengar apa? Hewan kan, seperti bekicot atau tokek. Sebenarnya itu mitos ya,” tegas dr. Fadlia saat menjadi narasumber program Indonesia Sehat di RRI Madiun belum lama ini.
Ia menjelaskan bahwa asma dapat dicegah dan dikendalikan melalui pola hidup sehat serta pengobatan yang sesuai anjuran dokter. Olahraga rutin, menjaga berat badan ideal, menghindari pemicu alergi, dan vaksinasi menjadi bagian penting dalam pengelolaan penyakit tersebut.
Selain itu, penderita asma juga dianjurkan menggunakan obat-obatan yang diresepkan dokter, terutama inhaler yang berfungsi sebagai pelega maupun pengontrol peradangan saluran napas. Penggunaan inhaler dinilai lebih efektif karena obat langsung menuju organ sasaran dengan efek samping yang lebih minimal.
dr. Fadlia menambahkan bahwa banyak penderita asma yang masih mengandalkan obat pelega saat sesak tanpa menggunakan terapi pengontrol. Padahal pengobatan pengontrol diperlukan untuk menekan peradangan kronis yang menjadi penyebab utama kekambuhan asma.
Masyarakat diimbau untuk lebih kritis terhadap berbagai informasi kesehatan yang beredar, terutama yang belum memiliki dasar ilmiah. Konsultasi dengan tenaga medis tetap menjadi langkah terbaik untuk mendapatkan penanganan asma yang aman dan tepat.
Dengan pengobatan yang teratur serta pengendalian faktor pemicu, penderita asma tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara normal. Karena itu, kepercayaan terhadap mitos pengobatan belum terbukti sebaiknya tidak menggantikan terapi medis yang telah direkomendasikan oleh dokter.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....