Psikolog Ungkap Siklus Kecanduan Judi Online

  • 23 Jun 2026 08:32 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Judi online menjadi salah satu fenomena yang semakin mengkhawatirkan di tengah kemudahan akses digital. Selain menyebabkan kerugian finansial, aktivitas ini juga berpotensi menimbulkan kecanduan yang berdampak pada kesehatan mental dan hubungan sosial seseorang.

Dalam dialog di Pro2 RRI Madiun, psikolog Aulia Andaryati, S.Psi., M.Psi., menjelaskan bahwa seseorang dapat terjerumus ke dalam judi online karena berbagai faktor. Mulai dari rasa penasaran, pengaruh lingkungan pertemanan, hingga ketertarikan terhadap iklan yang dikemas secara menarik.

Menurut Aulia, tidak sedikit orang yang awalnya hanya ingin mencoba-coba. Namun, tampilan visual yang menarik, efek suara, serta janji keuntungan besar membuat sebagian orang terdorong untuk terus bermain.

“Awalnya ada yang coba-coba, penasaran melihat teman bermain, atau tergoda oleh iklan yang tampil menarik dengan warna-warna mencolok dan janji keuntungan besar. Ada juga yang sedang mengalami kesulitan ekonomi sehingga berharap bisa mendapatkan uang dengan cepat melalui judi online,” ujarnya.

Aulia menjelaskan bahwa sistem judi online memang dirancang agar pemain terus kembali bermain. Ketika menang, seseorang akan merasakan kesenangan dan ingin mengulang pengalaman tersebut, sedangkan saat kalah muncul dorongan untuk bermain lagi demi menutup kerugian yang dialami.

Kondisi tersebut menciptakan siklus yang sulit diputus. Akibatnya, pemain dapat terjebak dalam pola perilaku berulang yang membuat mereka semakin bergantung pada perjudian meskipun telah mengalami banyak kerugian.

“Saat seseorang sudah masuk ke dalam judi online, ia bisa terjebak dalam lingkaran yang sulit dihentikan. Karena itu, pencegahan harus dilakukan sedini mungkin. Dampaknya bukan hanya kehilangan uang, tetapi juga muncul kecemasan, rasa bersalah, overthinking, hingga konflik dengan keluarga dan orang-orang terdekat,” kata Aulia.

Ia mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai bentuk promosi judi online yang beredar di media digital. Edukasi mengenai risiko kecanduan dan dampak psikologis juga perlu terus diperkuat agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam praktik perjudian daring.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....