Ayah dan Nenek Sangat Berperan dalam Kelancaran Ibu Menyusui
- 30 Mei 2026 14:39 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Upaya ibu menyusui agar dapat memberikan ASI secara lancar tidak hanya bergantung pada kondisi fisik ibu, tetapi juga dukungan lingkungan terdekat. Dalam siaran acara Indonesia Sehat RRI Madiun, Jumat 29 Mei 2026, Divisi Edukasi dan Pelatihan AIMI Madiun,Fadila Alfiasari,S.Tr.Keb,M.Keb, menekankan bahwa keberhasilan menyusui sangat dipengaruhi oleh edukasi yang tepat serta dukungan dari keluarga, terutama ayah dan nenek.
Fadila menegaskan bahwa ASI memiliki peran krusial bagi tumbuh kembang bayi. “ASI adalah solusi fundamental dalam mencegah stunting,” ujarnya. Menurutnya, pemberian ASI sejak awal kehidupan menjadi fondasi penting untuk memastikan bayi mendapatkan nutrisi terbaik sekaligus perlindungan alami dari berbagai risiko kesehatan. Namun demikian, ia mengakui masih banyak tantangan yang dihadapi ibu menyusui, salah satunya adalah mitos yang berkembang di masyarakat. “Salah satunya adalah anggapan bahwa ASI pertama yang berwarna kuning itu kotor dan harus dibuang. Padahal itu adalah kolostrum, justru merupakan asupan terbaik bagi bayi yang baru lahir,” jelas Fadila. Edukasi yang kurang tepat ini kerap membuat ibu ragu dan memengaruhi kelancaran proses menyusui.
Selain faktor pengetahuan, masa awal setelah persalinan juga menjadi periode yang cukup krusial. Hari ketiga pasca melahirkan sering disebut sebagai masa rawan, di mana produksi ASI belum optimal sementara kebutuhan bayi mulai meningkat. Kondisi ini kerap membuat ibu merasa ASI-nya tidak cukup, padahal hal tersebut merupakan proses alami yang membutuhkan kesabaran dan pendampingan. Fase kritis yang kerap dialami ibu menyusui pada hari-hari awal pasca persalinan, khususnya di hari ketiga. Ia menyampaikan bahwa pada fase ini sering muncul tantangan baik secara fisik maupun psikologis.“Hari ketiga itu biasanya menjadi masa rawan bagi ibu menyusui, karena ASI mulai keluar lebih banyak, payudara terasa penuh, kadang nyeri, dan di situ ibu sering merasa panik atau merasa ASI-nya tidak cukup,” jelas Fadila.
Dalam situasi tersebut, peran support system menjadi sangat penting. Ayah dan nenek sebagai orang terdekat diharapkan mampu memberikan dukungan emosional, membantu mengurangi beban ibu, serta memastikan ibu tetap percaya diri dalam menyusui. Dukungan sederhana seperti membantu pekerjaan rumah, memberikan semangat, hingga memastikan ibu mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dapat berdampak besar terhadap kelancaran ASI. “Di hari-hari itu justru ibu sangat butuh didampingi, terutama oleh suami dan keluarga seperti nenek bayi, supaya ibu tetap yakin dan bisa melewati fase tersebut dengan baik,” imbuhnya. Fase hari ketiga ini menjadi penentu keberhasilan menyusui selanjutnya, sehingga edukasi sejak awal serta kehadiran support system yang kuat sangat dibutuhkan untuk memastikan proses menyusui berjalan lancar.
Fadila juga menekankan bahwa edukasi harus menjangkau seluruh anggota keluarga, bukan hanya ibu. “Materi yang diberikan sudah terstandar dari AIMI pusat. Kami di daerah bertugas sebagai fasilitator, memberikan edukasi langsung, sekaligus melakukan evaluasi terhadap pemahaman kader,” ungkapnya. Dengan pemahaman yang baik dan dukungan yang kuat, diharapkan ibu dapat melalui masa-masa awal menyusui dengan lebih tenang dan berhasil memberikan ASI secara optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....