"PELITA ASI" Inovasi Kolaboratif, Puskesmas Dagangan Gandeng AIMI Madiun

  • 30 Mei 2026 15:39 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Program Pelita ASI hadir sebagai inovasi layanan kesehatan berbasis kolaborasi antara Puskesmas Dagangan, AIMI Madiun, dan dukungan Dompet Dhuafa dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi. Program ini menjadi langkah konkret dalam mendampingi proses menyusui secara menyeluruh, mulai dari masa kehamilan hingga pasca persalinan, demi mewujudkan generasi yang sehat dan bebas stunting.

Ketua AIMI Madiun sekaligus bidan Puskesmas Dagangan, Silviana Pratiwi, menjelaskan bahwa Pelita ASI merupakan bentuk layanan terintegrasi yang dirancang untuk memberikan pendampingan berkelanjutan. “Pelita ASI merupakan inovasi dari Puskesmas Dagangan, yang merupakan kepanjangan dari Pelayanan Konseling Laktasi Terintegrasi,” ujarnya.Program ini memberikan pendampingan mulai dari ibu hamil, persalinan, masa nifas, hingga pemantauan melalui kunjungan rumah atau telekonseling.

Dalam implementasinya, program ini tidak berjalan sendiri. Puskesmas Dagangan menggandeng AIMI Madiun sebagai mitra utama dalam edukasi dan pendampingan menyusui, serta melibatkan Dompet Dhuafa dalam penguatan dukungan program. “Betul. Dan dalam pelaksanaannya kami tidak bisa berjalan sendiri, sehingga berkolaborasi dengan AIMI Madiun serta dukungan dari berbagai pihak,” kata Silviana. Sinergi ini menjadi kekuatan utama dalam memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat.

Salah satu kegiatan utama dalam program Pelita ASI adalah pelatihan kader posyandu. Hingga kini, sebanyak 34 kader dari 34 posyandu telah dilatih dan dibekali sertifikasi untuk mendampingi ibu menyusui di wilayah masing-masing. “Kami telah melatih 34 kader dari 34 posyandu di wilayah kerja Puskesmas Dagangan. Kader ini dibekali pengetahuan dan sertifikasi, sehingga dapat mendampingi ibu menyusui di masyarakat,” jelasnya. Para kader juga berperan sebagai penghubung jika ditemukan kendala yang membutuhkan rujukan ke fasilitas kesehatan.

Selain pelatihan kader, kegiatan lain yang dilakukan adalah kelas menyusui yang terbuka bagi berbagai kalangan, tidak hanya ibu hamil. Program ini juga menyasar calon ayah dan anggota keluarga sebagai bagian dari sistem dukungan. “Tidak. Justru kami membuka kelas menyusui untuk semua, termasuk calon ibu, ayah, dan keluarga. Karena keberhasilan menyusui sangat dipengaruhi oleh support system,” ungkap Silviana. Edukasi yang diberikan meliputi teknik menyusui, pemahaman ASI eksklusif, hingga pelurusan mitos yang masih berkembang di masyarakat.

Dari sisi edukasi, AIMI Madiun berperan dalam penyusunan materi dan pelatihan yang terstandar. Fadila Alviasari dari Divisi Edukasi dan Pelatihan AIMI Madiun menegaskan pentingnya ASI sebagai fondasi kesehatan anak. “ASI adalah solusi fundamental dalam mencegah stunting,” ujarnya. Dengan berbagai kegiatan tersebut, Pelita ASI diharapkan menjadi model inovasi layanan kesehatan yang mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mencetak generasi sehat dan hebat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....