Konsumsi Makanan Instan dan Obesitas Jadi Faktor Risiko Pemicu PCOS?
- 21 Mei 2026 18:42 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Kasus gangguan haid pada remaja kini semakin sering ditemukan, terutama yang berkaitan dengan PCOS atau polycystic ovary syndrome. Kondisi tersebut umumnya ditandai dengan siklus haid yang tidak teratur hingga terlambat selama beberapa bulan.
Dalam keadaan demikian, beberapa penderita PCOS kerap merasakan nyeri ketika memasuki siklus haid bahkan hingga menganggu aktifitas dan memerlukan bantuan obat untuk meredakannya. Nyeri berlebih bisa menjadi salah satu indikasi mengalami PCOS.
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi dari IDI Madiun, dr. Fitria Khusnul Khotimah, Sp.OG mengatakan PCOS merupakan gangguan metabolik yang banyak dipengaruhi pola hidup tidak sehat. Obesitas menjadi salah satu faktor yang paling sering ditemukan pada pasien.
Menurutnya, pola makan tinggi gula, minyak, tepung, serta makanan instan dapat memicu inflamasi dalam tubuh. Kondisi tersebut kemudian memengaruhi hormon dan menyebabkan gangguan metabolisme.
“PCOS itu salah satu sindrom metabolik. Jadi sebenarnya yang terjadi banyak banget, tidak hanya di rahim aja,” kata dr. Fitria.
Ia menyebut makanan seperti seblak, mi instan, nugget, sosis, dan fast food sebaiknya mulai dikurangi. Makanan olahan berlebihan dinilai tidak memiliki nutrisi seimbang dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan jangka panjang.
“Jadi kita harus mulai sadar bahwa mana sih makanan yang layak untuk kita masukkan ke tubuh kita,” ujarnya.
Selain menjaga pola makan, olahraga rutin juga dinilai penting untuk menjaga keseimbangan hormon. Aktivitas fisik membantu pembakaran kalori sekaligus menjaga berat badan tetap ideal.
Dr. Fitria menyarankan pola makan seimbang dengan memperbanyak konsumsi sayur dan serat dibanding karbohidrat berlebih. Makanan sehat dan minim proses dianggap lebih baik untuk menjaga kesehatan reproduksi.
Ia juga mengingatkan bahwa perubahan berat badan ekstrem, baik terlalu gemuk maupun terlalu kurus, dapat memengaruhi siklus menstruasi. Karena itu, remaja diminta menerapkan gaya hidup sehat sejak dini.
Pemeriksaan ke dokter dianjurkan apabila gangguan haid terus berlanjut disertai keluhan lain seperti jerawat berlebih atau kenaikan berat badan. Penanganan lebih cepat dapat membantu mencegah gangguan kesuburan di kemudian hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....